Kasus ISPA di Bengkulu Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspadai Kabut Asap

Bengkulu

Kasus ISPA di Bengkulu Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspadai Kabut Asap

Hery Supandi - detikSumbagsel
Selasa, 20 Okt 2026 22:30 WIB
Dokter saat memeriksa pasien rujukan ISPA di RSUD Andi Makkasau Parepare.
Foto: Ilustrasi ISPA (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel)
Bengkulu -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 15.961 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga September 2026. Dinkes menyebut peningkatan kasus ISPA saat ini tidak terlalu signifikan, namun masyarakat tetap diminta waspada di tengah kondisi kabut asap.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur mengatakan, data tersebut merupakan akumulasi kasus ISPA yang tercatat di sejumlah kabupaten/kota di Bengkulu selama sembilan bulan terakhir.

"Jumlah penderita ISPA dari Januari sampai September 2026 sebanyak 15.961 orang. Peningkatannya tidak begitu signifikan, tetapi kita tetap mengantisipasi kondisi kabut asap ini," kata Edriwan, Selasa (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Dinkes Bengkulu, kasus ISPA tertinggi secara bulanan tercatat pada Januari sebanyak 2.028 kasus. Selanjutnya Februari 1.935 kasus, Maret 1.528 kasus, April 1.851 kasus, Mei 1.547 kasus, Juni 1.862 kasus, Juli 1.613 kasus, Agustus 1.823 kasus dan September 1.774 kasus.

Kota Bengkulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA paling tinggi dalam data tersebut. Sepanjang Januari-September, tercatat ribuan kasus ISPA di Kota Bengkulu dengan angka bulanan mencapai 813 kasus pada Januari dan meningkat menjadi 887 kasus pada Juni serta 856 kasus pada September.

ADVERTISEMENT

Edriwan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.

"Kalau keluar rumah gunakan masker. Kemudian kurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," jelas Edriwan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah, pekarangan maupun lahan. Aktivitas pembakaran dikhawatirkan dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

"Jangan membakar sampah, pekarangan maupun lahan karena dapat memperparah kondisi kabut asap," papar Edriwan.

Menghadapi kondisi kabut asap, Dinkes Provinsi Bengkulu juga menyiapkan fasilitas dan tenaga medis untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan pernapasan pada masyarakat.

Puskesmas dan rumah sakit diminta siap memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.

"Kita menyiapkan fasilitas dan tenaga medis, termasuk menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan," kata Edriwan.

Dinkes juga akan mendistribusikan masker serta terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap.

Masyarakat juga diimbau memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, warga diminta menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan ketika kualitas udara di luar memburuk.

Edriwan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga sesak napas.

"Kalau mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan atau sesak napas, jangan diabaikan. Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan," tutup Edriwan.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads