Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai uji coba teknologi dry ice berdampak positif. Upaya itu membantu mengurai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia juga meminta agar pilot project tersebut terus dilanjutkan. Permintaan itu juga telah disampaikannya secara langsung kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Menurut Deru kondisi langit Palembang terpantau lebih cerah setelah dilakukan penyemaian dry ice. Karena itu, dia berharap dukungan pembiayaan untuk proyek percontohan ini tidak dihentikan.
"Saya tidak tahu masyarakat merasakan atau tidak, tapi ini kondisinya sedikit membaik. Kalau ini (dry ice) diteruskan, mudah-mudahan ada dampaknya," ujarnya.
Dia menekankan pentingnya melanjutkan penerapan teknologi tersebut untuk melihat dampaknya secara lebih optimal. Dia berharap dry ice dapat membantu memperbaiki kondisi udara dan mempercepat berkurangnya kabut asap yang menyelimuti Sumsel.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyebut peningkatan tersebut berdasarkan laporan sementara pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui penyemaian dry ice untuk membantu mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumsel.
"Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau di kisaran 650 meter menjadi 2.800 meter," imbuhnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(dai/dai)