Jumlah hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan berdasarkam data Sipongi kembali mengalami lonjakan. Sebanyak 1.818 titik terpantau pada Kamis (15/10/2026). Tiga daerah terdeteksi paling banyak terdeteksi hotspot.
"Jumlah hotspot harian pada Kamis (15/10) terpantau sebanyak 1.818 titik. Tiga daerah terbanyak hotspot di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin," ujar Kepala Bidang Penanganam Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Jumat (16/10/2026).
Dari jumlah 1.818 titik, terpantau hotspot di 14 kabupaten/kota. Terbanyak terpantau di lahan gambut 1.131 titik dan mineral 687 titik. Wilayah OKI terbanyak terdeteksi hotspot di lahan gambut.
Tiga daerah terbanyak terpantau hotspot yakni OKI terdeteksi 871 titik, terdiri dari gambut 692 titik dan mineral 179 titik. Muba 348 titik, terdiri dari gambut 177 titik dan mineral 171 titik.
Sementara di wilayah Banyuasin terpantau 270 titik, terdiri dari gambut 178 titik dan mineral 92 titik. Sedangkan 11 wilayah lain terpantau di bawah angka-angka tersebut.
"Palembang, Lubuklinggau, dan Pagar Alam nihil hotspot," katanya.
Jumlah hotspot pada 15 Oktober melonjak signifikan setelah sebelumnya terpantau 214 titik dan 1.210 titik pada 13-14 Oktober. Menurutnya, periode kemarau masih akan terjadi hingga awal November mendatang.
Sementara sepanjang 1-15 Oktober, hotspot yang tercatat sebanyak 31.666 titik. Wilayah OKI menjadi daerah terbanyak terpantau hotspot dengan 19.438 titik. Kemudian di Muba 5.110 titik dan Banyuasin 3.548 titik.
Angka hotspot 15 hari itu hampir mencapai jumlah September yang tercatat sebanyak 32.789 titik. Pada saat itu, OKI juga menjadi daerah terbanyak hotspot dengan 11.872 titik.
"Sedangkan sepanjang 2026 (hingga 15 Oktober), jumlah hotspot yang terpantau sebanyak 80.773 titik. OKI menjadi daerah dengan pemantauan hotspot tertinggi, mencapai 36.384 titik," tukasnya.
Simak Video "Video: Warga Musi Banyuasin Digegerkan Penemuan Mayat dalam Karung"
(dai/dai)