Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang turun hingga 900 meter dan berpotensi mengganggu aktivitas transportasi, termasuk penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun BMKG Jambi, Jaya Martua Sinaga mengatakan jarak pandang hanya mencapai 900 meter.
"Jarak pandang sore, 900 meter," kata Jaya kepada detikSumbagsel, Minggu (4/10/2026).
Jarak pandang yang rendah tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang kembali pekat. Sebelumnya, kondisi serupa juga sempat membuat jarak pandang Kota Jambi turun hingga 600 meter sebelum kemudian membaik menjadi 900 meter dan 1.200 meter.
Jaya sebelumnya menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Jambi serta Sumatera Selatan.
Asap dari wilayah tersebut kemudian dapat terbawa oleh pergerakan angin menuju wilayah Jambi. Kondisi atmosfer dan arah angin membuat tingkat kepekatan asap dapat berubah sewaktu-waktu.
"Iya, benar terbawa oleh angin tenggara menuju barat laut," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris sempat mengatakan masih terdapat tujuh titik api yang dalam proses pemadaman, dengan titik aktif terbanyak berada di Tanjung Jabung Timur, termasuk kawasan TNBS.
"Saat ini titik api aktif terbanyak berada di Tanjung Jabung Timur, termasuk kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Ada tujuh titik api yang masih dalam proses pemadaman," katanya.
Dengan kondisi tersebut, kabut asap masih berpotensi kembali pekat ketika kebakaran berlangsung dan kondisi angin membawa asap menuju kawasan permukiman.
Kata dia, dampaknya juga telah merembet ke sektor transportasi udara, setelah sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha mengalami penundaan akibat jarak pandang yang menurun.
"Kondisi jarak pandang masih sangat dipengaruhi oleh keberadaan asap. Jika karhutla masih terjadi dan arah angin membawa asap ke wilayah Kota Jambi, jarak pandang berpotensi kembali menurun," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi yang dilaporkan hingga 29 September 2026, luas lahan terbakar di Jambi mencapai 4.123,84 hektare.
Data tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah. Data karhutla ini belum diperbarui pada Oktober ini lantaran masih dalam pendataan BPBD Jambi.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(csb/csb)