Bengkulu

Suasana Belajar di SMPN 19 Bengkulu Berangsur Normal Usai Kebakaran

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 01 Okt 2026 21:20 WIB
Suasan belajar di ruang kelas darurat. (Foto: Dok. Pertamina)
Bengkulu -

Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, kembali berjalan normal usai terbakar dan menghanguskan sejumlah ruang sekolah. Kini, 192 siswa tak lagi harus mengikuti pembelajaran secara bergantian dalam dua shift.

Pemulihan tersebut terbantu dengan hadirnya ruang kelas darurat yang disediakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai.

Diketahui, insiden kebakaran terjadi pada 24 Juli 2026 dan menghanguskan enam ruang kelas, satu ruang OSIS, dan satu gudang sekolah. Kondisi itu membuat sekolah mengalami keterbatasan ruang belajar, sehingga kegiatan pembelajaran terpaksa dibagi menjadi jadwal pagi dan siang.

Empat tenda ruang kelas darurat disediakan untuk membantu sekolah mengatasi keterbatasan tempat. Seluruh tenda hingga kini masih dimanfaatkan sebagai ruang belajar lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

Dengan adanya ruang kelas sementara tersebut, siswa kini dapat kembali belajar dalam satu jadwal seperti sebelum kebakaran terjadi.

Salah seorang siswa Septarianto Evan mengaku suasana belajar kini lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Ia bisa kembali mengikuti pembelajaran bersama teman-temannya tanpa harus terbagi dalam jadwal berbeda.

"Dulu karena ruang kelas terbatas, kami harus belajar dengan jadwal yang berbeda. Sekarang sudah bisa belajar bersama teman-teman seperti biasa. Rasanya lebih nyaman dan bisa lebih fokus mengikuti pelajaran," ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Kondisi serupa juga dirasakan para guru. Sistem pembelajaran yang sebelumnya dibagi dua shift kini tak lagi diterapkan, sehingga kegiatan mengajar dapat berlangsung lebih teratur.

Guru SMP Negeri 19 Aurelia Aysha menambahkan keberadaan ruang kelas darurat berdampak terhadap semangat siswa mengikuti pelajaran.

"Setelah adanya kelas darurat, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih teratur. Kami sebagai guru bisa kembali mengajar sesuai jadwal dan tidak perlu membagi siswa dalam shift pagi dan siang. Anak-anak juga terlihat lebih bersemangat karena bisa kembali belajar bersama teman-temannya," ujarnya.

Di tengah kembali normalnya kegiatan belajar mengajar, proses pemulihan fasilitas sekolah masih terus berlangsung. Pembangunan ruang kelas permanen telah dimulai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Ruang kelas darurat yang tersedia saat ini menjadi solusi sementara hingga fasilitas sekolah yang permanen selesai dibangun dan dapat kembali digunakan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan dukungan penyediaan ruang belajar darurat diberikan agar aktivitas pendidikan siswa tidak terhenti akibat bencana kebakaran.

"Bagi kami, yang paling penting dari dukungan ini bukan hanya tersedianya ruang belajar sementara, tetapi bagaimana siswa dapat kembali belajar dengan lebih teratur dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Kami berharap dukungan ini dapat membantu sekolah melewati masa pemulihan hingga fasilitas permanen kembali tersedia," ujar Rusminto.

Kembalinya 192 siswa belajar dalam satu jadwal menjadi salah satu perkembangan penting dalam pemulihan SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Sembari pembangunan ruang kelas permanen berlangsung, empat ruang kelas darurat tersebut masih menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan.



Simak Video "Dari Sembako Murah, Jadi Energi Kebaikan untuk NTT"

(rep/rep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork