Lampung

GAK Kembali Erupsi Kamis Pagi, BPBD Lampung: Abu Vulkanik Sudah Tak Ada

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB
Kepala BPBD Lampung, Aswarodi (Foto: Tommy Saputra)
Lampung Selatan -

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026) pagi. Namun, abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak terdeteksi menyebar di wilayah Lampung hingga siang hari.

Kepala BPBD Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 milik BMKG.

"Benar terjadi erupsi pada pukul 09.10, tapi tadi kami sampaikan durasinya sangat singkat, 17 detik dan langsung selesai. Jadi dapat kami informasikan bahwa posisi abu vulkanik sudah tidak ada," kata Aswarodi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada pukul 13.00 WIB atau 06.00 UTC, tidak terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik signifikan dari GAK.

Analisis tersebut mencakup wilayah Selat Sunda pada koordinat 103-108 derajat Bujur Timur. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya indikasi kolom abu yang signifikan maupun material vulkanik yang melayang di udara yang tertangkap sensor satelit pada waktu tersebut.

Meski demikian, BPBD Lampung tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas GAK. Pemprov Lampung juga menyiapkan langkah mitigasi apabila status gunung api meningkat.

Ia juga menyampaikan perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak abu vulkanik.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, kondisi debu di Bandar Lampung dan sekitarnya dinyatakan aman. Sementara kadar sulfur dioksida (SO2) disebut terus menurun menuju kondisi normal.

"Bandar Lampung dan sekitarnya kondisi debu aman, SO2 berlangsung turun menuju normal," kata Aswarodi.

Sementara di Lampung Selatan, kadar SO2 juga masih dalam kondisi aman. Debu vulkanik sempat mengalami peningkatan, tetapi kini mulai membaik.



Simak Video "Video: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Jangkau Lampung hingga Jawa Barat"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork