Sumatera Selatan

72 Suku di Sumsel Bersatu, Herman Deru: Benteng Budaya-Perkuat Kerukunan

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 06 Sep 2026 09:00 WIB
Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru usai kukuhkan FEK. (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumsel Herman Deru berharap Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumsel mampu menjadi benteng budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sumatera Selatan. Harapan tersebut disampaikannya menyusul berhimpunnya 72 suku yang ada di Sumsel dalam satu wadah organisasi tersebut.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel bersama Elemen Masyarakat Khatulistiwa, sekaligus Pengukuhan Pengurus Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan Periode 2026-2031 di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).

Herman Deru menyampaikan bahwa FEK merupakan organisasi yang lahir dari keikhlasan dan niat bersama untuk memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan, modal terbesar dalam pembangunan daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga ketenteraman, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

"Tentu sebagai pimpinan daerah bersama Wagub dan Forkopimda merasa bertambah organisasi di provinsi ini yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyelesaian berbagai problem yang ada di daerah kita," katanya.

Deru berharap FEK tidak hanya menjadi organisasi yang hadir untuk kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan.

"Atas upaya ini tentu saya dan Wagub punya tanggung jawab moril dan materiil terhadap jalannya organisasi ini. Jangan sampai organisasi budaya yang kita kukuhkan ini hanya untuk seremonial saja. Dengan keberagaman suku dan budaya, FEK harus dapat berperan membangun daerah Sumsel," ujarnya.

Deru juga menekankan bahwa keberadaan FEK harus mampu menjadi benteng dalam mempertahankan, sekaligus mengembangkan kebudayaan yang dimiliki masing-masing suku. Ia berharap tidak ada budaya daerah yang punah akibat perkembangan zaman,serta mendorong masyarakat untuk terus menggunakan dan melestarikan adat istiadat dalam berbagai momentum kehidupan.

"Pertahanan budaya, saya tidak ingin masing-masing budaya daerah punah. Kita hormati, kita hidupkan. Mari kita mempertahankan dan mengembangkannya. Syukur-syukur bisa menjadi kekuatan ekonomi. Minimal ke depan, setiap suku dan budaya ini kalau ada saudara yang sedang di pelaminan tetap memakai adat dan budayanya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FEK Sumsel Ghofar Pasolong mengatakan setelah dikukuhkan, jajaran pengurus akan segera menjalankan sejumlah program yang pada intinya menjaga Sumatera Selatan tetap kompak dan zero conflict.

"Setelah pengukuhan ini, kami akan melaksanakan sejumlah program. Intinya adalah bagaimana menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict," katanya.

Dengan bergabungnya 72 suku dalam satu wadah, FEK diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, menjaga keberagaman, melestarikan budaya, serta mendukung terciptanya suasana Sumatera Selatan yang aman, harmonis dan kondusif.



Simak Video "Strategi Herman Deru Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork