54 Kasus Suspek Flu Singapura Ada di Lubuklinggau, Ini Kata Dinkes

Sumatera Selatan

54 Kasus Suspek Flu Singapura Ada di Lubuklinggau, Ini Kata Dinkes

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 18 Jul 2026 23:00 WIB
A young man is showing his hands with spots and rash from hand foot and mouth disease
Foto: Ilustrasi gejala flu singapura (Getty Images/lolostock)
Lubuklinggau -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau mencatat sebanyak 54 kasus suspek Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) selama periode Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan hingga Juni 2026 yang mencapai 49 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menekan potensi penyebaran penyakit tersebut.

"Meskipun sampai saat ini kami belum menerima laporan maupun temuan kasus penularan Flu Singapura di Lubuklinggau. Namun upaya pencegahan terus kita lakukan," katanya, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marlinda menjelaskan salah satu langkah pencegahan difokuskan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Lubuklinggau dengan cara pengawasan di pintu masuk bandara. Menurutnya pengawasan tersebut penting karena virus dapat berasal dari luar daerah.

"Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui pengawasan di pintu bandara karena virus ini berasal dari luar. Kalau kita keluar pasti terdata di bandara, kalau dari luar biasanya terdata dari Jakarta dan ada warning line ke kita," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain pengawasan di bandara, Marlinda mengatakan pihaknya juga melakukan penyampaian imbauan kepada masyarakat melalui puskesmas.

"Selain itu, kita juga melakukan penyampaian imbauan kepada masyarakat melalui puskesmas yang ada," ujarnya.

Menurut Marlinda, Flu Singapura merupakan penyakit musiman yang kasusnya cenderung meningkat saat masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya.

Gejala awal Flu Singapura umumnya menyerupai influenza seperti demam, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Dalam waktu 3-6 hari setelah terpapar virus, penderita biasanya mulai mengalami gejala khas berupa sariawan, muncul ruam merah yang terasa gatal, dan nyeri di telapak tangan dan kaki.

"Kalau ada temuan kasus di daerah seperti Lubuklinggau ini, biasanya akan dilakukan pertemuan atau koordinasi dengan Dinkes Sumsel baik secara daring maupun luring," ujarnya.

Marlinda pun mengimbau kepada para orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala Flu Singapura agar dapat memperoleh penanganan sejak dini.

"Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala HFMD agar mendapat penanganan sedini mungkin," tuturnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads