Kisah Si Pahit Lidah, Cerita Rakyat Sumsel yang Melegenda

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 15 Jul 2026 23:30 WIB
Ilustrasi Si Pahit Lidah (Foto: Gemini AI)
Palembang -

Si Pahit Lidah merupakan satu dari sekian banyak cerita rakyat Sumsel yang melekat tengah masyarakat. Kisah yang sudah ada sejak masa silam ini, sejatinya bukan tentang lidah yang terasa pahit, melainkan tentang seorang pangeran sakti bernama Serunting.

Masyarakat Sumsel hingga kini kerap menggunakan istilah "Si Pahit Lidah" ketika ucapan atau kutukan seseorang secara ajaib menjadi kenyataan. Di balik populernya istilah tersebut, ada cerita rakyat yang melatarbelakanginya.

Adanya kisah Si Pahit Lidah menjadikan salah satu cara untuk mengenal sejarah dan budaya di Sumsel. Berdasarkan riset detikSumbagsel, ada dua versi cerita rakyat yang beredar. Berikut penjelasan masing-masing versinya.

Kisah Si Pahit Lidah versi Panjang

Versi ini dikutip dari Jurnal berjudul "Analisis Strukturalisme dan Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Si Pahit Lidah" yang ditulis oleh Eva Dahlia.

Alkisah, di daerah Sumidang, Sumatera Selatan, terdapat sebuah kerajaan besar. Di kerajaan itu hidup seorang pangeran bernama Serunting. Ia merupakan keturunan raksasa dari garis ibu yang bernama Putri Tenggang.

Serunting memiliki sifat buruk, yaitu mudah iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain. Ia hidup bersama istrinya di kerajaan tersebut. Serunting memiliki seorang adik ipar bernama Aria Tebing.

Serunting dan Aria Tebing masing-masing memiliki ladang yang letaknya bersebelahan, hanya dipisahkan oleh pepohonan pembatas. Di bawah pepohonan itu, tumbuhlah tanaman cendawan atau jamur.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"


(mep/mep)
Berita Terpopuler