Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga pada Senin, 20 Juli 2026. Sudahkah detikers mengecek status sebagai penerima bantuan atau bukan?
Penerima bansos PKH BPNT merupakan masyarakat yang termasuk dalam desil satu hingga empat. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sesuai kategori untuk bansos PKH, sementara BPNT besarannya merata.
Pengecekan nama penerima bisa dilakukan secara online melalui laman Cek Bansos Kemensos atau lewat aplikasi resminya. Berikut rangkuman informasi pencairan bansos PKH BPNT pada 20 Juli 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bansos PKH BPNT Cair 20 Juli 2026
Dilansir detikFinance, penyaluran bansos pada 20 Juli 2026 memasuki tahap ketiga atau triwulan III yang mencakup bulan Juli, Agustus, dan September. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan sudah mendapatkan data terbaru penerima bansos dari BPS.
Data tersebut sedang diproses dan akan menerima bantuan pada 20 Juli 2026. Dari data itu terdapat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tetap menerima bansos dan beberapa lainnya sudah tidak berstatus sebagai penerima lagi. Kemudian, ditetapkan juga penerima bansos baru.
Nominal Bansos PKH BPNT 2026
Penerima bansos PKH akan mendapatkan dana sesuai kategori yang berlaku. Sementara untuk BPNT menerima uang senilai Rp 200.000 per bulan yang dibayarkan sekaligus dalam tiga bulan.
Dilansir laman Kemensos, nominal bansos PKH sesuai kategori sebagai berikut:
- Ibu hamil: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Anak usia dini: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Siswa SD: Rp 900.000/tahun (Rp 225.000/tahap)
- Siswa SMP: Rp 1,5 juta/tahun (Rp 375.000/tahap)
- Siswa SMA: Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/tahap)
- Disabilitas berat: Rp 2,4 juta (Rp 600.000/tahap)
- Lanjut usia 60+: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10,8 juta/tahun (Rp 2,7 juta/tahap)
Cara Cek Penerima Bansos 2026 Online
Kemensos menyediakan dua alternatif pengecekan penerima bansos yakni melalui situs resmi dan aplikasi. Kedua caranya tersebut membutuhkan data diri yang ada di dalam NIK KTP. Bisa menggunakan nomor NIK, nama lengkap, hingga alamat tempat tinggal. Informasi tersebut menjadi perantara untuk pengecekan bansos 2026.
Inilah dua cara mengecek penerima bansos 2026 menggunakan NIK KTP:
1. Cek NIK KTP di Situs Cek Bansos
- Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Isi nomor NIK KTP dengan benar
- Masukkan kode huruf yang tertera
- Klik "Cari Data"
- Muncul informasi kepesertaan bansos jika terdaftar sebagai penerima
- Apabila muncul notifikasi "Tidak Terdaftar Peserta/PM" artinya nama yang dituliskan bukan penerima bansos
2. Cek NIK KTP di Aplikasi
Penerima bantuan dapat memilih mengecek NIK KTP melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store. Perlu mengunduh terlebih dahulu dan menginstal aplikasi di ponsel. Setelah itu, ikuti panduan ini untuk mengeceknya:
- Buka aplikasi, klik "Buat Akun"
- Lakukan pembuatan akun dengan lengkap
- Klik "Buat Akun Baru"
- Ketika tidak ada data yang salah, maka akun otomatis akan dibuat.
- Jika diminta verifikasi email, cek kotak masuk e-mail untuk melakukan tahapan tersebut.
- Buka "Profil" untuk mengetahui status penerima bansos
- Nanti akan ada keterangan jenis bantuan yang diberikan kepada detikers.
- Tertera juga profil keluarga yang juga terdaftar dalam DTKS mulai dari nama, umur, jenis kelamin, dan sanggahan.
- Seluruh data diri anggota keluarga akan muncul di bagian bawah jenis bansos yang diterima.
Cara Cek Penerima Bansos Offline
Masyarakat dapat datang langsung ke kantor pemerintah yang berhubungan pihak Kementerian Sosial seperti Dinas Sosial (Dinsos). Tanyakan kepada pegawai mengenai status penerima manfaat dengan menunjukkan KTP.
Diketahui, Dinsos memiliki data penerima bansos sehingga dapat melakukan verifikasi nama sesuai dengan data KTP agar mengetahui status terdaftar atau tidaknya. Jika tidak memungkinkan datang langsung ke dinsos setempat, detikers bisa menghubungi ketua RT/RW atau pihak kelurahan.
Tanyakan apakah NIK sudah terdaftar sebagai penerima bantuan atau belum. Biasanya, lembaga pemerintah setempat mempunyai akses penerima bantuan di lingkungannya.
Bagaimana Jika NIK KTP Belum Terdaftar Bansos?
Apabila detikers mengalami kendala NIK KTP belum terdaftar atau tertolak saat mengecek penerima bansos disarankan untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan NIK KTP tidak terdaftar bansos menurut situs Sistem Online Data Penerima Bantuan Sosial (Solidaritas) Provinsi Jabar:
- Tidak memenuhi kriteria administrasi
- Dianggap tidak layak menerima bantuan sosial provinsi oleh penilaian pemerintah
- Sudah terdaftar sebagai penerima manfaat pada jenis bantuan lain
- Terjadi kesalahan pada proses input data
- Berpotensi atau telah mengalami gagal salur
Simak Video "Video: Mensos Ungkap 869 Ribu Peserta PBI-JK Sudah Aktif Lagi"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
