Ayah di Palembang Antusias Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Sumatera Selatan

Ayah di Palembang Antusias Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 13 Jul 2026 11:01 WIB
Petugas kesehatan dari Puskesmas Kampus Palembang menyiapkan vaksin difteri dan tetanus untuk disuntikkan kepada siswa saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 21 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/11/2022).  Program BIAS Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD) yang digelar rutin sebanyak dua kali dalam setahun ke sejumlah sekolah di kota tersebut guna menjamin pelajar mendapatkan perlindungan terhadap penyakit difteri dan tetanus. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Foto: Ilustrasi anak sekolah (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7) diwarnai dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Program yang diimbau Pemerintah Kota Palembang ini mendapat sambutan positif dari para orang tua, khususnya para ayah yang menyempatkan diri mengantar anak mereka ke sekolah sebelum berangkat bekerja.

Melalui gerakan tersebut, para ayah diajak terlibat langsung dalam momen penting anak di hari pertama sekolah. Selain menjadi bentuk dukungan moral bagi anak, GAMAS juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara orang tua dan anak di tengah kesibukan pekerjaan.

Salah satu orang tua yang ikut mendukung gerakan ini adalah Aan Muzhar, yang sehari-hari bekerja sebagai editor di salah satu televisi nasional. Di tengah jadwal kerjanya yang padat, Aan tetap meluangkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah pada hari pertama masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, program GAMAS merupakan langkah yang sangat baik karena dapat meningkatkan peran seorang ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

"Saya sangat mendukung program ini. Bagus sekali karena mengajak para ayah untuk mengantar anak ke sekolah, terutama bagi ayah yang selama ini mungkin jarang punya kesempatan melakukan itu. Kalau saya sendiri memang sudah terbiasa mengantar anak sekolah sejak lama," katanya kepada detikSumbagsel, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Aan mengatakan, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi waktu yang berharga untuk membangun komunikasi dengan anak.

Ia mengaku banyak mengetahui cerita dan perkembangan anaknya saat berada di perjalanan menuju sekolah.

"Justru saat perjalanan itulah anak biasanya banyak bercerita. Mulai dari teman-temannya, kegiatan di sekolah, sampai apa yang sedang dia rasakan. Jadi kita sebagai orang tua bisa lebih memahami perkembangan anak setiap harinya," ungkapnya.

Menurut Aan, perhatian sederhana dari seorang ayah akan memberikan dampak besar terhadap rasa percaya diri anak, terutama saat memasuki lingkungan sekolah di awal tahun ajaran baru.

"Bagi anak, didampingi ayah di hari pertama sekolah tentu menjadi penyemangat tersendiri. Mereka merasa diperhatikan dan itu penting untuk membangun kedekatan emosional," tambahnya.

Hal senada disampaikan Teddy seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Ia mengaku selama ini cukup jarang mengantar anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Namun melalui imbauan GAMAS, dirinya memutuskan untuk mengantar sang buah hati di hari pertama sekolah.

Menurut Teddy, pengalaman tersebut memberikan kesan yang berbeda, baik bagi dirinya maupun anaknya.

"Biasanya memang jarang mengantar karena harus berangkat kerja lebih awal. Tapi hari ini saya sempatkan mengantar anak sekolah. Ternyata anak saya sangat senang," katanya.

Selama perjalanan menuju sekolah, Teddy mengaku mendapat banyak cerita dari anaknya yang selama ini mungkin tidak sempat disampaikan di rumah.

"Sepanjang jalan dia terus bercerita, mulai dari teman yang ingin ditemui lagi, guru baru, sampai kegiatan yang ingin diikuti. Dari situ saya jadi tahu apa yang sedang dirasakan anak. Momen seperti ini ternyata sangat berharga," ujarnya.

Ia berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan oleh para ayah sesuai kesempatan yang dimiliki.

"Kalau memang ada waktu, saya rasa para ayah sebaiknya sesekali mengantar anak sekolah. Tidak harus setiap hari, tapi kehadiran ayah di momen-momen seperti ini sangat berarti bagi anak," ungkap Teddy.

Gerakan tersebut bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan, membangun komunikasi yang lebih erat dengan anak, serta memberikan dukungan psikologis kepada siswa saat memulai tahun ajaran baru.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads