Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menerima sekitar 600 pengaduan dari warga terkait hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Sebagian besar orang tua mengeluhkan anak mereka belum diterima di sekolah negeri.
Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung M. Nur Ramdhan mengatakan, seluruh laporan yang masuk saat ini masih dalam tahap pendataan dan verifikasi. Setelah proses itu selesai, calon siswa akan ditempatkan ke SMP negeri yang masih memiliki kursi kosong.
"Yang sudah terdata hampir 600 orang. Sekarang masih kami verifikasi dan kami carikan sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan domisili mereka. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini selesai," kata Ramdhan, Kamis (9/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, verifikasi dilakukan agar penempatan siswa tepat sasaran. Disdikbud memastikan hanya calon siswa yang benar-benar belum mendapatkan sekolah negeri yang akan diakomodasi.
"Kami cek satu per satu apakah mereka memang sudah mengikuti SPMB dan belum diterima. Jangan sampai sebenarnya sudah diterima di sekolah swasta, tetapi kembali mendaftar karena ada kebijakan ini," ujarnya.
Menurut Ramdhan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung agar seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan, khususnya di sekolah negeri bagi warga yang menginginkannya.
Namun, tidak semua SMP negeri masih memiliki ruang untuk menerima siswa tambahan. Ramdhan menyebut sejumlah sekolah favorit telah mencapai batas maksimal daya tampung.
"Untuk SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 14, dan SMP Negeri 29 kuotanya sudah penuh sehingga tidak bisa ditambah lagi. Di sekolah negeri lainnya masih kami upayakan agar bisa menampung," jelasnya.
Ia mengungkapkan, membludaknya jumlah pendaftar menjadi salah satu penyebab banyaknya pengaduan. Tahun ini, jumlah pendaftar SPMB mencapai sekitar 16 ribu orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berkisar 11 ribu hingga 12 ribu pendaftar.
Ramdhan juga membantah anggapan bahwa daya tampung sekolah negeri berkurang. Menurutnya, yang berubah hanya komposisi kuota di masing-masing jalur penerimaan.
"Kalau pendaftar jalur afirmasi lebih banyak, kuotanya disesuaikan. Dampaknya kuota jalur lain ikut bergeser. Jadi bukan jumlah kursi sekolah yang dikurangi," katanya.
Disdikbud menargetkan seluruh proses penempatan siswa selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada Senin mendatang. Orang tua nantinya akan menerima informasi penempatan melalui sekolah maupun pemerintah kecamatan.
"Kami targetkan sebelum hari pertama sekolah semua sudah selesai, sehingga tidak ada anak di Kota Bandar Lampung yang terlambat mengikuti tahun ajaran baru," tutup Ramdhan.
