Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengimbau masyarakat menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) menyusul peningkatan status aktivitas gunung api tersebut menjadi Level III (Siaga). Imbauan itu ditujukan kepada seluruh warga, termasuk nelayan dan pelaku usaha wisata.
Egi menegaskan masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan otoritas vulkanologi, yakni tidak beraktivitas dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
"Ini menjadi perhatian kami. Sekarang statusnya sudah Level III atau Siaga. Sesuai rekomendasi, dalam radius 3 sampai 5 kilometer dari kawah aktif tidak boleh ada aktivitas. Hari ini kami juga terus memonitor perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau," kata Egi kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Egi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar tidak nekat memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Keselamatan, kata dia, harus menjadi pertimbangan utama selama aktivitas vulkanik masih tinggi.
Tak hanya kepada masyarakat umum, Egi juga meminta nelayan serta operator perjalanan wisata menghentikan sementara aktivitas menuju kawasan Gunung Anak Krakatau hingga kondisi dinyatakan aman.
"Kami mengimbau nelayan maupun pihak yang membuka trip wisata ke sana untuk sementara tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Ini demi keselamatan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Diketahui, aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai mengalami peningkatan sejak 2 Juli 2026. Berdasarkan evaluasi aktivitas vulkanik, status gunung api yang berada di Perairan Selat Sunda itu kemudian dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), sehingga masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan pemerintah.
(dai/dai)
