139 Hektare Lahan di Jambi Terbakar, Potensi Meluas Cukup Tinggi

Sumatera Selatan

139 Hektare Lahan di Jambi Terbakar, Potensi Meluas Cukup Tinggi

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 07 Jul 2026 20:40 WIB
Karhutla di Tanjabbar menimbulkan asap.
Foto: Ilustrasi karhutla (Dok. BPBD Jambi)
Jambi -

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau. Hingga 6 Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai 139,21 hektare, sementara delapan kabupaten telah menetapkan status siaga sebagai langkah menghadapi potensi kebakaran yang diperkirakan masih akan terus bertambah

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah rawan.

"Hingga 6 Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 139,21 hektare. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena musim kemarau masih berlangsung sehingga potensi karhutla masih cukup tinggi," kata Andre, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre mengatakan, jika delapan daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla yakni Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo. Penetapan status itu jelas dia, dilakukan untuk mempercepat mobilisasi personel, peralatan, hingga koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla.

Menurutnya saat ini, pemerintah daerah memilih mengedepankan langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. Salah satunya dengan membentuk 81 Pos Komando Terpadu yang ditempatkan di delapan kabupaten rawan karhutla.

ADVERTISEMENT

"Personel di setiap posko tidak hanya bersiaga menghadapi kebakaran, tetapi juga melakukan patroli rutin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memetakan wilayah rawan, mengecek ketersediaan sumber air hingga melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api," ujar dia.

Selain memperkuat personel di lapangan, BPBD Provinsi Jambi juga memastikan kesiapan dukungan operasi udara. Saat ini telah tersedia satu unit pesawat operasi udara PK-ALA, satu helikopter patroli PK-ELS, serta tiga helikopter water bombing. Satu helikopter telah disiagakan di Jambi, sementara dua unit lainnya masih berada di Pondok Cabe dan siap diterjunkan apabila eskalasi karhutla meningkat.

Kata Andre, dukungan armada udara menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Sebagai langkah antisipasi, kami telah menempatkan 81 Posko Terpadu di wilayah rawan karhutla. Personel bertugas melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan, pengecekan sumber air hingga penanganan awal jika ditemukan titik api," jelasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads