Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) segera mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Program ini digarap bersama PT Asiana dan PT Semen Baturaja dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif bernilai ekonomis.
Keseriusan tersebut ditandai melalui rapat kesepakatan pengelolaan sampah menjadi RDF yang digelar di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU. Dalam pertemuan itu, ketiga pihak menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen untuk merealisasikan pembangunan fasilitas RDF di Kabupaten OKU.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan pembangunan RDF bukanlah rencana baru. Menurutnya, Pemkab OKU bersama PT Semen Baturaja bahkan telah melakukan studi lapangan ke fasilitas RDF di Cilacap dan Gresik sebagai referensi penerapan teknologi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin ke depan memiliki fasilitas pengelolaan sampah RDF. Pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi berkah karena dapat diolah menjadi bahan bakar dengan nilai ekonomi yang tinggi," katanya kepada wartawan, Selasa (7/8/2026).
Teddy menjelaskan keberadaan RDF tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sirkular, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, hingga membuka peluang ekonomi baru.
Terkait pasokan bahan baku, Teddy memastikan kebutuhan sampah untuk operasional fasilitas tidak akan menjadi persoalan. Selain berasal dari Kabupaten OKU, pihaknya juga telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah daerah sekitar.
"Harapan kami sederhana, OKU menjadi daerah yang lebih bersih, nyaman, dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah ini," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan PT Asiana, Ferdinan, menegaskan kesiapan perusahaan untuk menanamkan investasi penuh dalam pembangunan fasilitas RDF di Kabupaten OKU.
Menurutnya, saat ini proses hanya tinggal menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan kerja sama.
"Kami siap melakukan investasi murni. Tinggal menunggu proses MoU agar kerja sama ini dapat segera berjalan," katanya.
Ferdinan menambahkan PT Asiana telah berpengalaman membangun dan mengelola fasilitas RDF di sejumlah daerah di Indonesia sehingga optimistis proyek serupa di OKU dapat segera direalisasikan.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, RDF menjadi salah satu sumber energi alternatif yang sangat dibutuhkan industri semen dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
"Ini merupakan hal yang sudah lama kami nantikan. Harapan kami ini bukan sekadar wacana, tapi nyata. PT Semen Baturaja tetap berkomitmen mendukung realisasi pembangunan RDF di Kabupaten OKU," tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan dunia industri, pembangunan fasilitas RDF di Kabupaten OKU diharapkan segera terealisasi. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi alternatif sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
(dai/dai)
