Titik Panas di Sumsel Naik Drastis, Tertinggi Sejak 2015

Sumatera Selatan

Titik Panas di Sumsel Naik Drastis, Tertinggi Sejak 2015

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 02 Jul 2026 06:31 WIB
Ilustrasi Kebakaran hutan di Riau (Chaidir-detikcom)
Foto: Ilustrasi Kebakaran hutan (Chaidir-detikcom)
Palembang -

Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan mengalami peningkatan sepanjang Juni 2026. Berdasarkan data Sipongi, jumlahnya mencapai 755 titik atau meningkat dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 708 titik. Angka dua bulan tersebut tertinggi sejak 2015.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan peningkatan hotspot tersebut menjadi indikator meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel, terutama menjelang puncak musim kemarau pada Agustus-September nanti.

"Berdasarkan data Sipongi, sepanjang Juni terdapat 755 hotspot di Sumsel. Jumlah ini meningkat dibandingkan Mei yang terpantau sebanyak 708 titik. Seiring meningkatnya hotspot, potensi terjadinya karhutla juga ikut meningkat," ujar Sudirman, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, meski tidak seluruh hotspot merupakan kejadian kebakaran, peningkatan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi titik api jika tak segera dilakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

Dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel, Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak selama bulan lalu, yakni mencapai 171 titik. Disusul Lahat dengan 105 titik, Musi Banyuasin (Muba) 84 titik, OKI 73 titik, dan Musi Rawas Utara (Muratara) 59 titik.

ADVERTISEMENT

Sementara sepanjang Januari-Juni 2026, jumlah hotspot di Sumsel terpantau sebanyak 1.849 titik. Hotspot terbanyak terdeteksi di Muara Enim 366 titik, Lahat 326 titik, Muba 209 titik, Muratara 178 titik, Mura 147 titik, dan OKI 120 titik.

Sudirman menjelaskan pihaknya terus memperkuat patroli darat maupun udara untuk mendeteksi lebih awal munculnya titik api. Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Selain patroli, BPBD juga mengoptimalkan pemantauan hotspot melalui data satelit yang diperbarui setiap hari. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan lokasi patroli serta pengerahan personel jika ditemukan indikasi kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan titik api segera laporkan kepada petugas agar segera ditangani dan tidak meluas," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads