Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lahan samping Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Kilometer 13B, Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare dan asap sempat mengarah ke jalan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto mengatakan karhutla terjadi pada Selasa (30/6/2026) malam. Upaya pemadaman langsung dilakukan usai mendapat laporan lahan terbakar.
Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran setelah melakukan pemadaman selama hampir empat jam. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan ilalang di atas tanah mineral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebakaran terjadi di kawasan Tol Palindra Km 13B. Tim langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari pihak pengelola tol dan melakukan pemadaman bersama tim gabungan hingga api berhasil dipadamkan," ujar Ferdian, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, informasi kebakaran pertama kali diterima petugas piket Posko Pondok Kerja Manggala Agni dari pihak pengelola Tol Palindra. Mendapat laporan tersebut, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan sekitar pukul 21.37 WIB dan padam 01.25 WIB.
Proses pemadaman melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, BPBD Ogan Ilir, TNI, Polri, dan pihak pengelola jalan tol. Dikerahkan satu unit mobil angkut personel, dua unit pompa jinjing, serta sejumlah peralatan pemadam manual untuk mengendalikan api.
"Estimasi luas kebakaran diperkirakan mencapai 10 hektare dengam vegetasi semak belukar dan gegas. Untuk lahan yang terbakar berupa mineral," katanya.
"Status kebakaran sudah terkendali dan api berhasil dipadamkan," katanya.
Ferdian mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama pada musim kemarau. Dia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani oleh petugas sebelum meluas.
(csb/csb)
