Kabupaten Merangin, Jambi, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Tak hanya dikenal sebagai kawasan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp), kabupaten terluas di Provinsi Jambi ini juga memiliki lima gunung dan tujuh danau yang menjadi aset geologi, ekowisata, sekaligus wisata alam yang belum banyak diketahui masyarakat. Apa aja itu?
General Manager Badan Pengelola Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp), Dr Agus Zainuddin mengatakan Merangin memiliki potensi geologi yang sangat lengkap. Selain memiliki fosil flora tertua di Asia Tenggara yang menjadi salah satu daya tarik utama UNESCO Global Geopark, Merangin juga memiliki kawasan pegunungan dan danau yang tersebar di berbagai wilayah.
"Tak banyak yang tahu, Kabupaten Merangin ternyata memiliki lima gunung dan tujuh danau, di samping berbagai kekayaan budaya yang dimiliki," kata Agus, Sabtu (27/6/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi kekayaan alam di daerah dengan julukan semboyan Tali Undang Tambang Teliti tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui stan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark dalam Pekan Budaya Jambi. Agus menyampaikan hal itu dalam moment bertajuk Elok Nian Merajut Tuah Merawat Marwah Adat Merangin.
Kegiatan itu tidak hanya menampilkan seni dan budaya Kabupaten Merangin, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai kekayaan bentang alam yang dimiliki daerah tersebut.
Lima gunung yang berada di wilayah Merangin Jambi ini, kata Agus, terdiri atas Gunung Masurai, Gunung Ulu Nilo, Gunung Sumbing, Gunung Tungkat, dan Gunung Duo Beradik yang berada di kawasan Air Liki.
"Masing-masing gunung ini disebut dia memiliki karakteristik geologi yang berbeda dan hingga kini masih menjadi objek penelitian para ahli," jelasnya.
Sementara, kata dia, ada pula tujuh danau yang dimiliki daerah Merangin meliputi Danau Mabuk, Danau Kumbang, Danau Kecil, Danau Merah, Danau Kosong, Telaga Biru, dan Danau Depati IV. Seluruh danau tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan memiliki karakter bentang alam yang berbeda-beda sehingga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Agus menjelaskan, salah satu keunikan geologi Merangin berada di Gunung Tungkat. Berbeda dengan gunung api pada umumnya, Gunung Tungkat tidak meletus akibat tekanan vulkanik, melainkan mengalami pecahnya tubuh gunung sehingga magma mengalir hingga ke Sungai Tembesi.
Peristiwa geologi tersebut meninggalkan jejak berupa batuan kekar kolom (columnar joint) yang banyak ditemukan di sepanjang aliran Sungai Tembesi. Di kawasan Kolom Ngaroim, misalnya, terdapat batuan berbentuk segi enam dan segi empat yang terbentuk secara alami akibat proses pendinginan magma jutaan tahun lalu.
"Makanya di Sungai Tembesi banyak ditemukan batu kekar kolom. Di Kolom Ngaroim ada batu persegi enam dan persegi empat. Ini merupakan bagian dari kekar kolom terbesar di Indonesia," ujarnya.
Keunikan inilah, kata Agus, yang menjadi salah satu alasan daerah Merangin dikenal sebagai kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai tinggi. Tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi laboratorium alam bagi peneliti geologi dari dalam maupun luar negeri.
Meski demikian, Agus mengungkapkan masih banyak misteri yang menyelimuti gunung-gunung di Merangin. Hingga kini para ahli belum dapat memastikan status Gunung Masurai, apakah masih aktif atau sudah tidak aktif, karena masih ditemukan indikasi aktivitas vulkanologi di kawasan tersebut.
Sementara itu, Gunung Sumbing dipastikan merupakan gunung api aktif. Adapun informasi mengenai Gunung Ulu Nilo dan Gunung Duo Beradik masih sangat terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakter geologi kedua gunung tersebut.
Selain pegunungan, Merangin juga memiliki danau-danau dengan sejarah pembentukan yang berbeda. Salah satu yang paling dikenal adalah Danau Pauh yang terbentuk akibat letusan gunung purba dan kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat.
Jika dilihat dari luas wilayahnya, Danau Depati IV menjadi danau terbesar di Kabupaten Merangin. Luasnya diperkirakan mencapai sekitar enam kali lipat dibandingkan danau-danau lain yang ada di daerah tersebut sehingga menjadi salah satu bentang perairan paling penting di Merangin.
Menurut Agus, keberadaan lima gunung, tujuh danau, fosil purba, hingga kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat menjadi modal besar bagi Merangin untuk terus mengembangkan sektor geowisata. Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan upaya pelestarian alam dan budaya.
"Semua potensi ini harus terus dijaga karena menjadi identitas sekaligus kekayaan Merangin yang tidak dimiliki banyak daerah lain," ujarnya.
