Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat

Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Kamis, 11 Jun 2026 23:21 WIB
Jadwal puasa sunnah bulan Muharram
Foto: Ilustrasi puasa (Tim infografis detikcom)
Palembang -

Sebentar lagi umat Islam akan menyambut datangnya bulan Muharram 1448 Hijriah. Di bulan yang penuh keutamaan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan, termasuk menjalankan puasa sunnah seperti puasa Asyura.

Rasulullah SAW menyebut puasa pada 10 Muharram memiliki keutamaan besar, yakni dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim)

Selain puasa Asyura, umat Islam juga dapat melaksanakan puasa sunnah lainnya. Berikut detikSumbagsel sajikan jadwal puasa Muharram 2026 lengkap dengan bacaan niatnya. Yuk, simak!

ADVERTISEMENT

Jadwal Puasa Muharram 2026

Puasa Muharram 2026 terdiri dari puasa Tasu'a, puasa Asyura, hingga ayyamul bidh. Setiap puasa, memiliki waktu pelaksanaan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Ini jadwalnya:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram): 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram): 25 Juni 2026
  • Puasa Ayyamul Bidh (Muharram): 28, 29, dan 30 Juni 2026
  • Puasa Senin (Muharram): 22, 29 Juni dan 6,13 Juli 2026
  • Puasa Kamis (Muharram): 18, 25 Juni dan 2, 9 Juli 2026

Dari jadwal tersebut, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah puasa sunnah. Supaya dapat lebih memahami makna dan anjuran puasa Muharram, simak penjelasan berikut.

1. Puasa Tasu'a

Dilansir dari laman NU Online, puasa Tasu'a merupakan puasa yang dilakukan pada hari kesembilan di bulan Muharram. Puasa Tasu'a adalah puasa sebagai pembeda umat Rasulullah SAW dengan puasa kaum Yahudi, di mana Yahudi hanya berpuasa sehari saja pada 10 Muharram.

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): 'Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya'." (HR Ahmad)

Niat Puasa Tasu'a

Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad, berikut bacaan niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yauma tasu'ata sunnata-lillâhi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan puasa yang dikerjakan pada hari kesepuluh di bulan Muharram. Menurut penjelasan Syarah Riyadhus Imam an-Nawawi, perintah puasa hari Asyura adalah sunnah muakkadah.

Sebelum Islam datang, puasa ini telah dikerjakan oleh umat terdahulu. Dijelaskan dalam Fiqih Kontroversi Jilid 2 oleh H.M. Anshary, orang-orang Yahudi di Madinah pada waktu itu mengerjakan puasa Asyura dan memuliakan hari tersebut. Hingga akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa juga.

Hal itu diketahui berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA yang berkata, "Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa Asyura. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, 'Hari yang kalian berpuasa ini hari apa?' Orang-orang Yahudi tersebut menjawab, 'Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Firaun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian." Lalu setelah itu Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa." (HR Muslim)

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'asyura sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."

3. Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis dalam satu minggu, Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu menjalankan puasa ini. SIti Aisyah RA pernah berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis" (HR Tirmidzi dan Ahmad)."

Waktu niat puasa Senin-Kamis adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya:

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."

4. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah terakhir yang dapat dilakukan adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilaksanakan pada hari-hari putih yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Adapun niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma ayyaamil biidh sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat puasa ayyamul bidh, sunah karena Allah Ta'ala."

Demikian informasi mengenai jadwal lengkap puasa Muharram 2026 yang dapat dilakukan oleh umat Islam. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads