Malam 1 Suro 2026: Jadwal, Tradisi, hingga Pantangan Adat

Malam 1 Suro 2026: Jadwal, Tradisi, hingga Pantangan Adat

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Selasa, 09 Jun 2026 23:00 WIB
Ilustrasi malam 1 Suro. Tahun ini malam 1 Suro jatuh tanggal berapa?
Ilustrasi Malam 1 Suro. (Foto: ChatGPT)
Palembang -

Memasuki akhir bulan Besar 1959 dalam Kalender Jawa menjadi tanda bahwa pergantian tahun baru Jawa akan segera berlangsung. Itu artinya, tradisi menyambut Malam 1 Suro sebentar lagi akan digelar masyarakat. Lantas, kapan waktu persisnya dan apa saja amalan serta larangan adat yang mesti diperhatikan?

Malam 1 Suro merupakan malam sakral pertama dalam kalender Jawa yang penentuannya bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Bagi masyarakat Jawa, momen pergantian tahun ini kerap dianggap sebagai waktu yang penuh makna seperti, magis, sekaligus momen sakral untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai rincian jadwal, tradisi, hingga pantangan adat pada Malam 1 Suro 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Malam 1 Suro?

Merujuk pada Skripsi Tradisi Upacara Satu Suro Dalam Perspektif Islam karya Isdiana, kata suro merupakan sebutan untuk bulan Muharram dalam masyarakat Jawa. Kata itu berasal dari penggalan bahasa Arab yakni asyura yang berarti tanggal 10 di bulan Muharram.

Dalam tradisi Jawa, suro dianggap sebagai momen paling tepat untuk introspeksi diri pada setahun perjalanan hidup. Introspeksi dilakukan dengan menjalankan beberapa kegiatan seperti tidak tidur semalaman, tirakat puasa, dan tidak bicara atau tapa bisu.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penanggalan Jawa, 1 suro merupakan hari pertama dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Kedua momen tersebut mempunyai makna yang berkaitan dengan spiritual.

Jadwal Malam 1 Suro 2026

Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sementara itu, mengacu perhitungan Kalender Jawa, 1 Suro 1960 berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.

Mengingat pergantian hari dalam kalender Jawa dimulai sejak Matahari terbenam atau waktu Maghrib pada hari sebelumnya, maka malam 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Berikut adalah rangkuman jadwal lengkap penanggalan 1 Suro 2026:

  • 1 Muharram 1448 H: Selasa, 16 Juni 2026 (mulai waktu Maghrib malam sebelumnya)
  • Malam 1 Suro 1960: Selasa malam, 16 Juni 2026 (sepanjang malam hingga Subuh)
  • 1 Suro 1960: Rabu, 17 Juni 2026 (sejak pagi hari)

Tradisi Malam 1 Suro

Mengutip buku Candrawijaya Indonesia, Glosarium (Kamus Ringkas) karya Budhi Setianto Purwowiyoto, malam 1 Suro dinilai mempunyai makna mistis lebih mendalam daripada hari-hari biasa. Pada malam ini, penganut Kejawen akan menyucikan diri berserta benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Sejumlah keraton, semisal Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon melangsungkan tradisi yang berbeda untuk menyambut malam satu Suro. Salah satu amalan atau tradisi yang dilakukan yakni memandikan pusaka keraton termasuk kirab kerbau bule. Sementara, di Yogyakarta berlangsung tradisi jamasan dan tapa bisu mubeng beteng.

Pada umumnya, ketika malam 1 Suro orang Jawa melakukan tirakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa atau biasa disebut dengan tirakat laku. Tradisi ini ada berbagai macam cara melaksanakannya yakni dengan berpuasa, melakukan perjalanan-perjalanan, dan lainnya.

5 Larangan Malam 1 Suro

Sejumlah masyarakat Jawa menganggap bulan suro sebagai bulan keramat atau sakral. Bulan baru dalam penanggalan Jawa ini dianggap sejalan dengan jagad alam gaib. Alam gaib yang dimaksud adalah jagad makhluk halus, jin, setan, siluman, binatang gaib, leluhur, alam arah dan bidadari.

Hadirnya anggapan tersebut membuat bulan Suro dijadikan sebagai bulan paling sakral bagi jagad makhluk halus. Mereka akan mendapatkan peluang untuk melakukan seleksi alam. Sehingga siapapun yang hidupnya tidak eling dan waspada bisa terkena dampak.

Karena itu ada sejumlah larangan yang muncul pada saat bulan Suro. Masyarakat Jawa menjaga larangan ini dan percaya akan dampak yang terjadi apabila dilarang.

Berdasarkan jurnal Makna Komunikasi Ritual Masyarakat Jawa Studi Kasus pada Tradisi Perayaan Malam Satu Suro di Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran Solo milik Galuh Kusuma Hapsari, ada beberapa larangan atau pantangan pada malam satu suro yakni:

1. Tidak boleh Menggelar Hajatan

Masyarakat Jawa mempercayai bahwa hajatan seperti pernikahan atau lainnya dilarang digelar di bulan Suro. Mereka tidak berani melakukan hajatan pada bulan Suro karena yang diperbolehkan hanya manusia dari kalangan raja atau sultan. Menggelar pesta atau hajatan pada malam satu suro termasuk hal pamali dan akan membawa bencana.

2. Tidak Boleh Keluar Rumah

Pada malam satu Suro dipercaya sebagai momen untuk berdiam diri di rumah karena dipercaya akan mendatangkan kesialan atau hal negatif jika pantangan ini dilanggar.

3. Tidak Boleh Pindah dan Membangun Rumah

Larangan berikutnya berupa pantangan untuk pindahan ataupun membangun rumah. Tindakan ini disarankan untuk tidak dilakukan pada malam satu Suro karena masyarakat Jawa percaya jika dilakukan akan mendatangkan kesialan.

4. Dilarang Berkata Kasar

Pada saat malam satu Suro datang, ada larangan untuk menjaga pembicaraan dari hal-hal buruk bahkan kasar. Jika tidak menjaga lisan dan berkata buruk dipercaya akan menjadi kenyataan.

Ini juga berkaitan dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa adanya makhluk gaib di bulan Suro. Makhluk tersebut akan keluar dan mencari manusia yang bertindak lalai dalam eling dan waspada.

5. Tidak Boleh Berbicara dan Berisik

Masyarakat Jawa akan melakukan ritual Tapa Bisu atau tidak berbicara, Ritual ini akan dilakukan pada malam satu suro bersamaan dengan Mubeng Benteng. Ritual ini menjadi bagian utama dari kirab pusaka di Keraton Yogyakarta maupun Keraton Surakarta.

Halaman 2 dari 2
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads