Sumatera Selatan

Gubernur Sumsel Soroti Keuangan Syariah Belum Optimal

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 07 Jun 2026 06:31 WIB
Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap pangsa pasar keuangan syariah. Meskipun Sumsel memiliki 90 persen penduduk muslim, perkembangan keuangan syariah di daerah ini masih belum optimal.

Deru menegaskan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di masyarakat. Besarnya jumlah penduduk Muslim di Sumsel seharusnya sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan syariah.

Oleh karena itu, dia menekankan perlunya evaluasi terhadap berbagai faktor yang menjadi penghambat perkembangan pangsa pasar keuangan syariah.

"Sumsel memiliki penduduk muslim sekitar 90 persen. Ketika Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026, karena ini merupakan rangkaian road to festival nasional, saya sangat gembira," ujarnya.

Dia menyebut, tidak optimalnya keuangan syariah di Sumsel menjadi pertanyaan. Sehingga dia mendorong evaluasi dilakukan bersama seluruh pihak terkait.

"Ini menjadi pertanyaan bersama. Apakah sosialisasinya yang kurang atau penerimaannya yang masih rendah. Penyebabnya harus kita cari tahu agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang," katanya.

Dia menegaskan bahwa prinsip syariah tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan label semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku, tata kelola usaha, dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

"Syariah itu bukan hanya label, tetapi perilaku. Bagaimana kita berekonomi dengan cara yang baik, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan banyak usaha yang mungkin tidak berlabel syariah, tetapi praktiknya sudah mencerminkan nilai-nilai syariah," jelasnya.

Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah regional Sumatera. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju festival ekonomi syariah tingkat nasional.

"Saya langsung menyambut baik dan memprioritaskan kegiatan ini," katanya.

Deru juga mengajak masyarakat memanfaatkan festival itu sebagai sarana memperluas wawasan mengenai ekonomi syariah. Menurutnya, edukasi harus diperkuat sejak dini dan menjangkau kalangan generasi muda, mulai dari Gen Z, Gen Alpha hingga mahasiswa.

"Literasi keuangan syariah harus didorong lebih cepat lagi agar semakin marak dan tersosialisasi. Harus masuk ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi agar generasi muda memahami dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi syariah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut memaparkan capaian pembangunan daerah yang menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi syariah di Sumsel. Di antaranya pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Riau, penghargaan nasional dalam pengendalian inflasi, serta capaian terbaik dalam digitalisasi keuangan daerah.

"Kami terus membangun fondasi ekonomi yang kuat, termasuk pembangunan pelabuhan samudera yang akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Sumsel. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi," ujarnya.

Dalam rangkaian pembukaan FESyar 2026 juga dilakukan penyerahan Sultan Muda Santri Card, komitmen ekspor perdana produk olahan kelapa, kerupuk, dan rempah-rempah ke Tiongkok, serta penyerahan realisasi pembiayaan mikro kepada pelaku usaha.

Menurutnya, Program Sultan Muda yang telah menjangkau sekitar 9.900 peserta merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi wirausaha baru di Sumsel.

"Kalau satu youngpreneur mampu mengajak lima orang saja dalam usahanya, maka puluhan ribu Sultan Muda baru akan lahir dan menjadi penggerak ekonomi daerah," katanya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengakui pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih berada pada kisaran 8 persen menjadi tantangan bersama. Dia menilai keuangan syariah memiliki potensi besar karena relatif lebih stabil dibandingkan instrumen keuangan konvensional.

Destry juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi ekonomi syariah nasional. Mulai dari kapasitas produksi, standardisasi, sertifikasi halal, akses pasar, hingga rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.



Simak Video "Strategi Herman Deru Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork