Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Toyota Fortuner, dua motor, dan angkutan kota (angkot) di bawah Stasiun LRT Cinde, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, bertambah menjadi dua orang.
Korban terbaru yang meninggal dunia adalah sopir angkot BG-1031-IM, Ahmad Ridwan (53). Korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor Honda BeAT BG-4241-ADC, Devi Yanto (39), juga meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto mengatakan korban kedua mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Korban awalnya mengeluhkan sakit dada dan di rawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang lalu Jumat (5/6) sekitar pukul 21.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya," katanya kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).
Hermanto menjelaskan kecelakaan terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden bermula saat mobil Toyota Fortuner BG-1857-UP yang dikemudikan Ahmad Nasuhi (56) melaju dari arah Simpang Famous (IP Mall) menuju Simpang Charitas.
"Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga menabrak sepeda motor Honda BeAT BG-4423-ABN yang dikendarai M. Abi. Setelah itu kendaraan kembali menabrak sepeda motor Honda BeAT BG-4241-ADC yang dikendarai Devi Yanto," ungkapnya.
Saat kejadian, Devi Yanto diketahui berboncengan dengan Nariratih (33) dan seorang balita bernama Abilyansyah Wijaya (3). Setelah menabrak dua sepeda motor, mobil Fortuner tersebut terus melaju hingga menghantam angkot BG-1031-IM yang dikemudikan Ahmad Ridwan.
Akibat kecelakaan itu, M. Abi mengalami luka lecet di kaki dan nyeri pada pinggang. Sementara Nariratih dan Abilyansyah Wijaya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Dengan meninggalnya Ahmad Ridwan, jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut kini menjadi dua orang. Sementara pengemudi Toyota Fortuner, Ahmad Nasuhi, dilaporkan tidak mengalami luka.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Hingga kini, Satlantas Polrestabes Palembang masih mendalami penyebab pasti kecelakaan serta unsur kelalaian yang menyebabkan insiden tersebut.
"Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab dan unsur kelalaian dalam kecelakaan ini," tutup Hermanto.
(dai/dai)











































