Empat jemaah haji asal Sumatera Selatan, masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi usai pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kondisi keempatnya yang dirawat yakni satu patah tulang dan tiga serangan jantung.
Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Palembang Palembang Emmilya Rosa mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), seluruh jemaah yang dirawat saat ini berada dalam kondisi stabil.
"Kalau untuk yang dirawat, masih ada empat orang berdasarkan data yang kita dapatkan dari Siskohat. Kondisinya juga semua dalam kondisi baik, stabil," ujarnya Rabu, (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya berharap keempat jemaah tersebut dapat segera pulih dan kembali ke Tanah Air bersama kloter masing-masing.
"Mudah-mudahan nanti mereka bisa kembali sesuai dengan kloter masing-masing," ungkapnya.
Rosa menjelaskan, sebagian besar kasus kesehatan yang dialami jemaah terjadi setelah rangkaian ibadah Armuzna yang menuntut kondisi fisik prima.
"Itu lebih banyak karena memang pasca Armuzna, pasca Arafah, Wukuf, di Muzdalifah dan Mina," jelasnya.
Dari empat jemaah yang masih dirawat, satu orang mengalami fraktur atau patah tulang pada bagian paha akibat terjatuh di kamar mandi. Sementara tiga jemaah lainnya menjalani perawatan akibat serangan jantung.
"Untuk penyakit mereka berempat, satu mengalami patah tulang di bagian paha, sedangkan tiga lainnya mengalami serangan jantung," ungkapnya.
Meski demikian, seluruh jemaah yang dirawat dilaporkan dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan di Arab Saudi.
Pemerintah berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga mereka dapat segera bergabung kembali dengan rombongan dan pulang ke Indonesia sesuai jadwal kepulangan masing-masing.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































