Kloter Pertama Jemaah Haji dari OKU Timur Tiba di Sumsel

Sumatera Selatan

Kloter Pertama Jemaah Haji dari OKU Timur Tiba di Sumsel

Irawan, Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Selasa, 02 Jun 2026 13:30 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang saat menyambut kedatangan kloter pertama Embarkasi Palembang
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang saat menyambut kedatangan kloter pertama Embarkasi Palembang (Foto: Muhammad Alyuda)
Palembang -

Jemaah haji kloter pertama Embarkasi Pelambang, asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, tiba di tanah air. Meski lelah dalam perjalanan, kloter pertama ini bersyukur sudah sampai setelah menjalankan ibadah puasa.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengatakan perjalanan dari Jeddah menuju Indonesia memakan waktu belasan jam. Meski demikian, kondisi para jemaah tetap baik saat tiba di Asrama Haji Palembang.

"Hari ini (Selasa) kita menerima jemaah haji kloter pertama dari Ogan Komering Ulu Timur. Tadi sudah dari Jeddah. Nah, Jeddah ke sini kurang lebih belasan jam, tapi jemaah-jemaah sehat-sehat semua, lancar," ujarnya, Selasa, (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cik Ujang, para jemaah memang terlihat lelah setelah perjalanan panjang, namun tetap tampak bahagia dan penuh semangat setelah menyelesaikan ibadah haji.

"Walaupun kelelahan, alhamdulillah, dan kelihatan ceria. Karena selama ini di situ (Arab Saudi) panas, di sini (Palembang) agak sedang," katanya.

ADVERTISEMENT

Cik Ujang juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan kepada para jemaah selama berada di Tanah Suci hingga proses pemulangan ke daerah asal. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.

"Alhamdulillah jemaah kita dengan Pak Kanwil ini diurus dengan baik. Dan jadi haji yang mabrur dan mabruroh, dan bisa terus menjalankan ibadah di rumahnya masing-masing dan Indonesia," ungkapnya.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan Arkan Nurwahidin mengatakan, total jemaah dan petugas yang tiba berjumlah 443 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 437 orang merupakan jemaah asal Kabupaten OKU Timur, satu orang asal Banyuasin, satu orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), dan empat orang petugas kloter.

"Alhamdulillah, lancar, aman, dan tertib sebagaimana yang kita harapkan. Jemaah ini dengan petugas berjumlah 443 orang. Jadi ada 437 jamaah berasal dari OKU Timur, satu orang berasal dari Banyuasin, satu orang TPHD, dan empat orang petugas kloter," ujarnya.

Arkan bersyukur seluruh jemaah yang berangkat ke tanah suci kembali ke Tanah Air dalam jumlah yang sama tanpa ada pengurangan.

"Alhamdulillah, kloter ini sebagaimana keberangkatannya, kembalinya juga utuh seperti semula. Kita lihat jemaahnya ceria, senang, bergembira, dan sudah sepertinya ingin buru-buru pulang," katanya.

Sementara itu, salah seorang jemaah haji, Sarno (67), mengaku sangat bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Ia menyebut pengalaman ibadah haji tahun ini memberikan kesan mendalam, terutama saat menjalani wukuf di Padang Arafah.

"Alhamdulillah syukur, luar biasa senangnya karena telah bisa melaksanakan ibadah haji. Insyaallah menjadi haji yang mabrur. Amin allahumma amin," katanya.

Sarno menceritakan suasana haru yang dirasakan jutaan umat Islam saat berada di Arafah. Menurutnya, momen tersebut menjadi saat yang paling berkesan selama menjalankan ibadah haji.

"Waktu melaksanakan, luar biasa, terlebih-lebih pada waktu wukuf di Padang Arafah. Semua orang pada menangis, tidak ada yang enggak menangis karena terharu dan merasa banyak dosa, mohon ampun kepada Allah Yang Maha Kuasa," ujarnya.

Meski harus menghadapi cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat panas, Sarno mengatakan hal tersebut tidak mengurangi semangat para jemaah untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.

"Kalau tentang panasnya ya memang panas luar biasa. Tapi demi melaksanakan ibadah, tetap kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Semoga kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelum berangkat haji," ujarnya.

Hal senada dikatakan jemaah lainnya Putra yang mengaku perjalanan haji tahun ini menjadi pengalaman paling berharga dalam hidupnya. Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik berkat kondisi kesehatan yang terus dijaga.

"Alhamdulillah bisa ke Tanah Suci. Selama di sana kita fokus ibadah dan kesehatan terjaga. Semoga anak keturunan kami nanti juga bisa ke sana lagi," ujarnya , Selasa.

Ia mengatakan, selama menjalankan ibadah haji dirinya berupaya menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima.

"Kesehatan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat diikuti secara maksimal,"ungkapnya.

Putra menambahkan, berbagai fasilitas yang diberikan kepada jemaah selama berada di Tanah Suci dinilainya cukup memadai. Mulai dari akomodasi, konsumsi hingga pendampingan petugas berjalan dengan baik sehingga jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads