Tata Cara Salat Idul Adha 2026 Lengkap: Niat, Takbir, hingga Khutbah

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Minggu, 24 Mei 2026 06:00 WIB
Ilustrasi salat (Foto: Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Salah satu ibadah utama yang dikerjakan umat Islam pada hari tersebut adalah salat Id, yakni dua rakaat yang disunnahkan dikerjakan secara berjamaah di tanah lapang.

Bagi detikers yang ingin memastikan salatnya sesuai tuntunan, penting untuk mengetahui tata cara lengkapnya. Mulai dari waktu pelaksanaan, jumlah takbir, surat yang dibaca, hingga ketentuan khutbah setelah salat.

Berikut panduan lengkap tata cara salat Idul Adha yang dilansir melalui buku Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha oleh Ustadz DR. Firanda Andirja.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Idul Adha

Salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, termasuk mazhab Malikiyyah dan Syafi'iyyah.

Waktu salat Idul Adha dimulai sejak terbitnya matahari hingga tergelincir (zawal). Waktu yang paling utama adalah setelah matahari meninggi setinggi tombak.

Khusus untuk Idul Adha, disunnahkan untuk menyegerakan pelaksanaan salat. Tujuannya agar waktu penyembelihan hewan kurban lebih luas.

Tata Cara Salat Idul Adha

Niat Salat Idul Adha

Sebelum memulai salat, niatkan dalam hati. Berikut lafal niatnya:

Sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini imaaman lillahi ta'ala

"Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini ma'muuman lillahi ta'ala

"Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Rakaat Pertama

1. Takbiratul Ihram

Salat dimulai dengan takbiratul ihram seperti salat pada umumnya.

2. Doa Istiftah

Setelah takbiratul ihram, membaca doa istiftah (pembuka).

3. Takbir Zawaid (Takbir Tambahan) - 7 kali

Setelah istiftah, bertakbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca Al-Fatihah. Ini berdasarkan hadits Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ تَكْبِيرَةً، سَبْعًا فِي الْأُولَى، وَخَمْسًا فِي الْأَخِيرَةِ

"Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bertakbir pada salat dua hari raya sebanyak 12 kali takbir; 7 kali di rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua, selain dua takbir shalat."

Takbir tambahan ini hukumnya sunnah, yaitu tidak membatalkan salat jika ditinggalkan, baik sengaja maupun lupa.

Disunnahkan mengangkat tangan di setiap takbir tambahan, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di setiap kali bertakbir sebelum rukuk.

4. Ta'awwudz dan Al-Fatihah

Setelah takbir tambahan, membaca ta'awwudz (a'udzubillahi minasy-syaithanir-rajim), kemudian membaca Al-Fatihah.

5. Membaca Surat

Setelah Al-Fatihah, membaca salah satu surat berikut:

Surat Qaaf (Qaaf wal Qur'aanil majiid)
atau Surat Al-A'la (Sabbihisma rabbikal a'la)

6. Rukuk, Sujud, dan seterusnya

Dilanjutkan dengan gerakan salat seperti biasa, yakni rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud.



Simak Video "Video: Boleh Gak Tambah Bacaan Doa Lain saat Sujud Salat?"


(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork