Sumatera Selatan

Herman Deru Target Posisi 2 Produksi Beras Nasional

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 20 Mei 2026 20:20 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat Penanaman padi bersama petani di OKI. (Foto: Dok. Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru optimistis wilayahnya mampu naik ke peringkat dua nasional produksi gabah kering giling (GKG) dengan target 5 juta ton. Target tersebut realistis mengingat luas baku sawah Sumsel terus meningkat dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

Optimisme tersebut disampaikan Herman Deru saat mencanangkan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino dan Peningkatan Produksi serentak secara virtual di 17 kabupaten/kota se-Sumsel dari Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (19/5/2026). Pencanangan ditandai dengan penanaman padi varietas Ciliwung di lokasi Cetak Sawah Rakyat Desa Cahya Bumi.

"Dengan kedisiplinan petani dan peningkatan luas baku sawah yang terus bertambah, saya optimistis produksi beras Sumsel bisa mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional," ujarnya.

Produksi padi Sumsel pada 2025 tercatat mencapai 3,63 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 2,91 juta ton GKG.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut harus terus didorong melalui peningkatan indeks tanam dan kedisiplinan petani dalam menerapkan arahan penyuluh pertanian.

"Ini bukan angka mengada-ada, tetapi realistis. Kalau kita bisa meningkatkan indeks tanam dua kali saja, minimal kita bisa naik peringkat dua besar produksi nasional," katanya.

Dia menyebut OKI sebagai salah satu lumbung pangan utama Sumsel yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan produksi beras daerah. Saat ini, OKI menjadi penyumbang produksi terbesar ketiga di Sumsel.

"Hari ini semangat kita sekalian agar OKI sebagai penyumbang produksi ketiga bisa lebih baik lagi," ungkapnya.

Dia menilai dukungan pemerintah dan pemprov terhadap sektor pertanian sangat konkret, mulai dari jaminan harga gabah Rp 6.500 per kilogram, irigasi, pupuk, pengairan, hingga bantuan bibit dan program cetak sawah baru.

"Tidak ada alasan produktivitas kita tidak tinggi. Semua sudah di-support," tambahnya.

Deru mencontohkan produktivitas pertanian di Jawa Timur yang mampu mencapai 9 ton per hektare karena tingginya disiplin petani dalam menjalankan pola tanam dan arahan penyuluh.

Selain meningkatkan produksi, Pemprov Sumsel juga melakukan langkah antisipatif menghadapi El Nino yang diprediksi BMKG membawa musim kemarau panjang mulai akhir Juni hingga September 2025.

Fenomena tersebut diperkirakan berdampak pada kekeringan, menurunnya debit air irigasi, hingga risiko gagal panen.

Untuk itu, Pemprov Sumsel mendorong optimalisasi lahan rawa pasang surut dan rawa lebak sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan TNI AD siap mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengawalan program cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian.

"Kami akan terus mengawal pertanaman di lokasi cetak sawah maupun optimalisasi lahan serta lahan reguler," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dua ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare serta dialog bersama para kepala daerah se-Sumsel.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Strategi Herman Deru Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel"

(rep/rep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork