BKSDA Turun Tangan Usai Petani di Musi Rawas Diserang Beruang

Sumatera Selatan

BKSDA Turun Tangan Usai Petani di Musi Rawas Diserang Beruang

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Selasa, 19 Mei 2026 10:00 WIB
BKSDA dan polisi mengecek TKP petani diserang beruang di Musi Rawas
BKSDA dan polisi mengecek TKP petani diserang beruang di Musi Rwaas (Foto: Istimewa)
Musi Rawas -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) turun langsung ke lokasi petani di Musi Rawas bernama Junaidi (47) yang diserang beruang. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan satwa liar tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono mengatakan pihaknya telah mengirim petugas ke lokasi pada Senin (18/5/2026) guna memastikan laporan tersebut.

"Hari ini (Senin) petugas berangkat untuk memastikan laporan itu. Sebelumnya memang sudah pernah ada laporan keberadaan beruang di daerah sana," katanya, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yusmono, kawasan tersebut memang merupakan habitat alami beruang. Karena itu, masyarakat diminta agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama di area perkebunan dan sekitar hutan.

"Sebenarnya beruang itu tidak menyerang manusia. Tapi kalau dia kaget, dikejar, atau kemungkinan sedang menjaga anaknya itu biasanya memang lebih agresif," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan pihaknya masih akan melihat kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya. Jika lokasi tersebut masih menjadi habitat alami dan tersedia kawasan hutan, beruang tersebut akan diarahkan kembali ke area yang lebih aman tanpa dilakukan evakuasi.

"Kalau memang di sana masih ada hutan yang menjadi tempat hidupnya, tentu akan kita giring ke lokasi yang lebih aman. Karena memang itu habitatnya, jadi masyarakat yang harus tetap waspada dan berhati-hati," jelasnya.

Namun, kata Yusmono, apabila keberadaan beruang sudah masuk ke permukiman warga dan dinilai membahayakan, maka pihaknya akan melakukan evakuasi demi keselamatan masyarakat yang tinggal di area tersebut.

"Setidaknya tinggal bagaimana masyarakat bisa memahami hidup berdampingan dengan satwa liar agar konflik antara manusia dan hewan dapat diminimalkan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Jayaloka Iptu M Soleh mengatakan pihaknya yang juga melakukan cek TKP menemukan sejumlah jejak yang diduga bekas cakaran beruang di sekitar lokasi kejadian.

"Saat anggota cek TKP, banyak jejak di sekitar lokasi kejadian. Jejak itu kami temukan pada pohon karet yang terdapat banyak cakaran dan tercabik-cabik," ucapnya.

Menurut Soleh, pihak kepolisian kini berkoordinasi intensif dengan BKSDA dan Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Sukakarya untuk penanganan lebih lanjut.

"Lokasi kejadian itu memang kebun karet, tapi sudah lama tidak terawat sehingga berubah menjadi semak belukar," ujarnya.

Ia juga menyebutkan lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari permukiman warga. Karena itu, masyarakat diminta sementara waktu lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun.

"Kami juga mengimbau melalui personel Bhabinkamtibmas agar warga untuk sementara waktu lebih berhati-hati, waspada, atau jika memungkinkan menunda aktivitas di kebun wilayah tersebut sampai situasi benar-benar dipastikan aman," imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, seorang petani di Musi Rawas, Sumatera Selatan, bernama Junaidi (47) kritis usai diserang beruang liar saat sedang berkebun. Korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya akibat cakaran dan gigitan beruang tersebut.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Musi Rawas, Sumatera Selatan pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, kaki, tangan, dan bahu. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Sobirin untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara beruang liar tersebut langsung kabur usai menyerang korban.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads