Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memastikan belum menerima laporan kasus virus hanta (Hantavirus) di wilayahnya. Meski nihil, dinkes memperketat pengawasan menyusul adanya surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan pihaknya langsung merespons instruksi kemekes untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan.
"Kasus hanta virus di Sumsel nihil," ujar Ira saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ira mengimbau masyarakat untuk meningkatkan standar kebersihan di area rumah, mengingat merujuk pada sifat virus yang bersumber dari hewan pengerat.
"Mengingat virus ini berkaitan dengan tikus, imbauan utama bagi masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan," jelasnya.
Kewaspadaan ini ditingkatkan setelah Direktorat Jenderal P2P Kemenkes mengeluarkan surat resmi mengenai kewaspadaan terhadap Hanta Pulmonary Syndrome (HPS). Surat tersebut merujuk pada adanya laporan kasus konfirmasi di kapal pesiar MV Hondius.
Ira menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan saat ini sedang diperkuat untuk melakukan surveilans. Masyarakat juga diminta memahami bagaimana proses penyebaran virus ini dari hewan ke manusia agar dapat melakukan tindakan antisipasi yang tepat.
"Satu tindakan kewaspadaan hari ini adalah investasi keselamatan di masa depan. Kolaborasi yang konsisten menjadi langkah kuat dalam menjaga kesehatan bangsa," tegasnya.
Dia menyebut, sebagai langkah nyata pencegahan di rumah, warga diharapkan memastikan tidak ada celah bagi tikus untuk bersarang dan selalu menjaga kebersihan area penyimpanan makanan.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(rep/rep)











































