Patroli udara menemukan sejumlah titik kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9,5 hektare. Upaya pemadaman dilakukan dengan helikopter water bombing.
Kejadian karhutla itu terjadi pada Jumat (16/5/2026). Daerah yang terpantau terjadi karhutla tersebar di PALI, Prabumulih, dan Muara Enim.
"Berdasarkan hasil laporan patroli udara, tiga daerah itu terpantau terjadi karhutla di beberapa titik. Usai mendapat laporan, helikopter water bombing dikerahkan menuju titik yang terbakar," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Sabtu (16/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia merincikan, karhutla di PALI terjadi di wilayah Penukal dengan luas area terbakar sekitar 3 hektare. Kemudian di Prabumulih di wilayah Cambai seluas 2 hektare.
Di Muara Enim, karhutla terpantau di wilayah Rambang dan Lembak seluas 4,5 hektare. Dua wilayah ini yang dilakukan pemadaman oleh helikopter water bombing.
"Pemadaman dilakukan dengan 16 kali water bombing atau disiram dengan 64 ribu liter air oleh 1 unit helikopter di wilayah Muara Enim. Sementara daerah lain yang terbakar akan dipantau kembali hari ini," katanya.
Saat ini, upaya pemadaman di wilayah Sumsel masih dilakukan oleh 1 helikopter patroli dan 1 helikopter water bombing. Dukungan bantuan helikopter di Sumsel masih diupayakan penambahan agar penanganan dapat maksimal.
"Ada tambahan 1 unit helikopter lagi untuk water bombing dan saat ini masih proses pengecekan dan verifikasi," ungkapnya.
(csb/csb)











































