Berapa Lama Pohon Kurma Dapat Berbuah? Ini Jawabannya

Berapa Lama Pohon Kurma Dapat Berbuah? Ini Jawabannya

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Rabu, 13 Mei 2026 21:00 WIB
Kurma tetap tumbuh di padang tandus Basra selatan berkat sumur artesis. Salinitas tinggi memaksa petani berpindah dari ladang ke oasis buatan.
Foto: Ilustrasi pohon kurma (REUTERS/Mohammed Aty)
Palembang -

Pohon kurma menjadi salah satu tanaman yang kini banyak diminati untuk dibudidayakan di Indonesia. Namun, sebelum memutuskan menanamnya, banyak orang bertanya-tanya berapa lama pohon kurma bisa berbuah? Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan.

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan kondisi lingkungan yang tepat sebelum pohon kurma benar-benar menghasilkan buah yang optimal. Memahami siklus berbuah pohon kurma bukan hanya penting bagi petani, tetapi juga bagi siapa saja yang tertarik menanam kurma di pekarangan rumah.

Nih detikers, berikut penjelasan lengkap mengenai waktu dan faktor yang memengaruhi pohon kurma hingga bisa berbuah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berapa Lama Pohon Kurma Mulai Berbuah?

Dilansir dari situs Kementerian Pertanian, kurma (Phoenix dactylifera) termasuk famili Palmae dan sering disebut Date Palm. Buah yang berasal dari kawasan Timur Tengah ini tergolong ke dalam kelompok tanaman palma dengan tinggi pohon yang dapat mencapai 15-25 meter. Buahnya berukuran panjang 3-7 cm dan berdiameter 2-3 cm dengan satu biji tunggal di dalamnya.

Kurma juga dikenal kaya kandungan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya membantu menguatkan saraf, melancarkan peredaran darah, membersihkan usus, serta melindungi tubuh dari radang dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Jurnal Bio Education oleh Lita Puspa Dewi, dkk., pohon kurma tidak langsung berbuah setelah ditanam. Pohon kurma baru mulai berbuah pada usia rata-rata 5 tahun, dengan kemampuan produksi antara 400-600 kg per pohon per tahun, dan terus berproduksi hingga usia 60 tahun.

Sementara itu, dilansir dari Jurnal Ilmiah Biologi oleh Novita, dkk., kurma umumnya mulai berbuah setelah 4-7 tahun sejak ditanam. Bahkan sebelum sampai pada tahap berbuah, proses awal pun membutuhkan kesabaran ekstra biji kurma yang mengalami dormansi rata-rata memerlukan waktu hingga 100 hari hanya untuk berkecambah.

Faktor Lingkungan yang Menentukan Keberhasilan Berbuah

Dilansir dari Jurnal Bio Education, lamanya proses berbuah pohon kurma sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Keberhasilan pohon kurma berbuah membutuhkan musim panas yang panjang dengan suhu tinggi siang dan malam, tidak adanya hujan selama masa berbunga dan berbuah, serta kelembaban udara yang rendah disertai sinar matahari yang cukup.

Secara lebih spesifik, pohon kurma akan mulai berbunga ketika suhu meningkat di atas 18Β°C, dan mulai membentuk buah pada suhu di atas 25Β°C. Suhu ideal dari masa penyerbukan hingga pematangan buah berkisar antara 21-27Β°C, meskipun pohon ini mampu bertahan di suhu ekstrem hingga 50Β°C.

Meski hidup di lingkungan yang cenderung kering, ketersediaan air tetap menjadi faktor penentu kualitas buah. Irigasi yang buruk terbukti mengurangi ukuran, berat, dan jumlah buah yang dihasilkan. Inilah mengapa kurma kerap digambarkan sebagai pohon yang "kakinya berada dalam air, tetapi kepalanya dalam kobaran api". Pohon ini membutuhkan permukaan tanah yang kering namun dengan air tanah yang cukup di bawahnya.

Tantangan Berbuah Kurma di Indonesia

Dikutip dari situs Kementerian Pertanian, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki kondisi ideal untuk budidaya kurma. Tantangan terbesarnya adalah kelembapan udara yang tinggi dan curah hujan yang berbeda dari habitat asli kurma, yang berisiko membuat buah cepat membusuk.

Wilayah dengan musim kemarau panjang atau bertanah pasir dinilai lebih cocok, meski kurma tetap bisa tumbuh di berbagai kondisi selama mendapat sinar matahari penuh dan pengelolaan yang tepat.

Dilansir dari Jurnal Ilmiah Biologi, tantangan lain adalah soal jenis kelamin tanaman. Kurma merupakan tanaman berumah dua, dimana pohon jantan dan betina tumbuh terpisah, sehingga kadang petani tidak bisa mengetahui jenis kelamin bibit hanya dari penampilannya.

Di beberapa lokasi di Indonesia, pohon kurma tidak kunjung berbuah karena tidak tersedianya pasangan yang sesuai untuk penyerbukan. Sehingga ini menjadi pengingat bahwa menanam kurma bukan hanya soal menunggu, tetapi juga soal memilih bibit yang tepat dan memastikan keseimbangan pohon jantan dan betina di lahan.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads