Proses identifikasi korban kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, masih terus berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang. Polisi pun meminta keluarga korban untuk bersabar.
Saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) belum dapat memastikan identitas seluruh korban meninggal karena masih menunggu hasil pencocokan DNA, Senin (11/5/2026).
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Kombes Budi Susanto mengatakan dari 16 kantong jenazah yang diterima pihak rumah sakit, seluruhnya telah dilakukan pengambilan sampel DNA. Selain itu, terdapat satu sampel tambahan dari satu korban yang diduga bayi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk korban yang meninggal, dari 16 kantong jenazah yang dikirim, yang sudah kita lakukan pengambilan sampel DNA berarti totalnya 17 bersama satu orang yang diduga bayi," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Meski proses identifikasi terus berjalan, pihak rumah sakit belum bisa mengumumkan identitas korban secara resmi. Hal itu dilakukan untuk memastikan data yang disampaikan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Untuk konfirmasinya kita belum bisa mengatakan terkonfirmasi karena kita harus punya dua data. Data satunya lagi data DNA," katanya.
Budi meminta keluarga korban maupun rekan media bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Menurutnya, proses identifikasi membutuhkan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam penetapan identitas korban.
"Teman-teman sabar dulu karena memang prosesnya lagi sedang dikerjakan. Saya janji nanti kemungkinan hari Rabu sudah ada hasil dan akan kami informasikan lagi," ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kantong jenazah tertentu milik siapa sebelum hasil DNA keluar secara resmi.
"Jadi kita belum bisa tayangkan kantong nomor satu atas nama siapa, pemilik siapa, untuk akurasinya saja," tegasnya.
Pihak rumah sakit juga mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang selama proses identifikasi berlangsung. Sebab, seluruh tahapan dilakukan demi memastikan identitas korban benar dan tidak menimbulkan kekeliruan di kemudian hari.
"Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media bersabar agar jangan salah memberikan statement, karena ini terkait identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































