Ngadiono (44) dan Jumiatun (35) dua korban selamat kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten MusiRawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menjalani operasi lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara MohamadHasan Palembang. Satu korban yakni Jumiatun terancam menjalani amputasi delapan jari tangan akibat luka bakar serius.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto membenarkan kabar tersebut. Katanya kondisi kedua korban saat ini sudah mulai membaik setelah dioperasi.
"Iya betul, jadi pada hari ini sekira pukul 11.00 WIB tadi, kita sudah melakukan operasi kedua korban, yaitu dengan nama tuan Ngadiono yang kita evakuasi menggunakan helikopter dan Nyonya Jumiatun," kata Budi ditemui detikSumbagsel, Senin (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keduanya, kata dia, dilakukan operasi yakni pengangkat jaringan tubuh yang rusak dan pembersihan sisa-sisa luka bakar yang ada di tubuh korban.
"Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar. Juga di situ kita membersihkan kotoran-kotoran yang masih tersisa atau menempel di bagian-bagian tubuhnya," ungkapnya.
Pada korban Ngadiono, sebelumnya dilaporkan menderita luka bakar sekitar 50 persen dan dirawat di ruang ICU. Setelah dioperasi kondisi Ngadiono membaik dengan kondisi luka bakar sekitar 30 persen lagi.
"Untuk Tuan Ngadiono, alhamdulillah kondisinya lebih bagus daripada Nyonya Jumiatun, di mana kondisi luka bakarnya sudah berkurang sekitar 20% ya, sekitar sekarang mungkin 30% lagi dan lain masih kita perbaiki," katanya.
Namun pada Jumiatun, pada saat kejadian mengalami luka bakar cukup parah di bagian tangan dan berpengaruh ke sistem pernafasan. Meski operasinya berhasil, namun Jumiatun harus kembali menjalani operasi untuk sejumlah jarinya yang harus diamputasi karena fungsinya sudah rusak oleh luka bakar.
"Tapi, Nyonya Jumiatun kondisinya sedikit buruk karena memang di daerah tangan itu ada jaringan-jaringan mendekati jari itu rusak. Jadi ada kemungkinan akan kita lakukan operasi untuk amputasi jari tangannya. Tapi nanti kita pastikan dulu, karena harus kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksaan vaskularisasinya atau aliran darahnya ke sana, apakah masih kuat atau cukup poten untuk dipertahankan atau harus terpaksa kita korbankan," katanya.
Delapan Jari Akan Diamputasi
Menurutnya, ada delapan jari Jamiatun rencana akan dilakukan operasi amputasi di RS Bhayangkara, yang rencananya akan dilaksanakan pada Selasa (11/5) besok, terdiri dari 4 jari kanan dan 4 jari kiri.
"Kalau dari gambaran, (jari yang akan diamputasi) ini kiri-kanan ya. Jadi kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak," katanya.
Namun untuk bagian tubuh lain keduanya, dr Budi mengatakan kondisi mereka aman baik dari organ luar maupun organ vital korban.
"Bagian yang lain insyaallah aman. Karena memang luka bakarnya kan cukup luas, jadi lebih gampang kita merawat luka bakar yang luas itu. Tapi untuk penyembuhannya tentu akan lebih lama. Tapi kondisinya stabil, saat ini stabil," ujarnya.
"Keduanya stabil, cuma ya itu tadi terkait dengan kondisi bagian-bagian tertentu yang saya sampaikan tadi yang kita khawatirkan akibat luka bakar yang terjadi, dia merusak organ jaringan dalam seperti tendon, otot, kemudian saraf, dan pembuluh darah. Akibatnya, kalau misalnya itu tidak kita rawat dengan baik atau tangani dengan baik, akan berakibat fatal sehingga harus dikorbankan organ tubuhnya tadi," sambungnya.
Selain kemungkinan bagian delapan jari harus diamputasi Jumiatun juga hingga saat ini masih menggunakan alat bantu pernafasan dan menjalani perawatan di ICU. Sementara Ngadiono rencananya besok akan dipindahkan ke ruang rawat inap, mengingat kondisinya sudah mulai membaik.
"Bu Jumiatun masih menggunakan alat bantu napas. Organ tubuhnya sebenarnya masih bagus, hanya belum bisa berfungsi normal," ujarnya.
"Untuk Pak Ngadiono insyaallah besok sudah kita bisa pindahkan ke ruangan rawat sal bedah biasa karena kondisinya sudah stabil dan pasien sudah bisa makan minum," sambungnya.
(csb/csb)











































