Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Selatan "memburu" kendaraan yang pajaknya akan jatuh tempo dan melewati masa tenggang. Mereka menggantungkan hang tag pada kendaraan milik masyarakat yang parkir di Palembang Square, Palembang Icon, dan kolam renang Lumban Tirta.
Pemasangan label pada kendaraan itu untuk mengingatkan pemilik kendaraan agar tepat waktu menunaikan kewajibannya, sekaligus menggencarkan program Siguntang Menyapa. Kegiatan itu akan dilaksanakan serentak setiap Selasa di seluruh kabupaten/kota, bersama dengan Jasa Raharja dan Ditlantas Polda Sumsel.
Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan mengatakan kegiatan itu merupakan upaya jemput bola untuk mengingatkan dan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ini merupakan kegiatan kedua kali usai di launching Gubernur Sumsel Herman Deru. Melalui Siguntang Menyapa, kami hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya di pusat-pusat aktivitas seperti mal, pasar, hingga perkantoran. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah dan sadar untuk memenuhi kewajiban pajaknya," ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Dia menyebut, kegiatan itu akan terus menyasar berbagai titik strategis. Tak hanya di pusat perbelanjaan dan titik keramaian, tapi juga di area perkantoran.
"Kantor pemerintahan di pemprov dan pemkab/pemkot juga akan disasar. Kemudian juga di pasar, restoran, rumah sakit, hingga kantor perusahaan swasta, BUMD, dan BUMN," katanya.
Rizwan menuturkan upaya itu merupakan pendekatan langsung kepada para wajib pajak di lapangan.
"Diharapkan juga masyarakat dapat memahami pentingnya membayar pajak untuk pembangunan, sekaligus mendorong peningkatan sektor pajak kendaraan bermotor (PKB)," ungkapnya.
Rizwan menyebut, dari kegiatan di lapangan per 5 Mei 2026 tercatat sebanyak 5.834 unit kendaraan bermotor (roda dua dan empat) yang ditemukan belum membayar pajak. Potensi PKB itu akan terus digali oleh Bapenda melalui program yang dibuat.
"Alhamdulillah, dari data yang ada, sudah 900 kendaraan yang melakukan pembayaran. Ini menunjukkan respons masyarakat cukup baik. Kami optimistis ke depan angka kepatuhan akan terus meningkat," tukasnya.
(dai/dai)











































