Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan melakukan langkah jemput bola untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan maut bus ALS di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Langkah tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama tim DVI di sejumlah daerah guna mengambil sampel DNA keluarga korban yang tidak dapat datang ke Palembang.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes dr Budi Santoso mengatakan upaya itu dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban yang hingga kini masih belum dikenali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim DVI Polda Sumsel melakukan jemput bola terhadap keluarga korban yang tidak bisa hadir langsung. Kami sudah berkoordinasi dengan tim DVI di masing-masing wilayah untuk membantu pengumpulan sampel DNA," ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Budi, pengambilan DNA tidak hanya dapat dilakukan dari keluarga inti korban. Tim DVI juga bisa memanfaatkan barang-barang pribadi milik korban yang masih tersimpan di rumah sebagai bahan pembanding identifikasi.
"Barang pribadi tersebut seperti pakaian terakhir yang dikenakan korban, sikat gigi, sepatu hingga perlengkapan pribadi lain yang dipastikan keluarga benar milik korban," katanya.
Budi menjelaskan seluruh sampel DNA maupun barang pribadi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai daerah nantinya akan dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk dicocokkan dengan data jenazah.
Diharapkan langkah jemput bola tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga korban, khususnya bagi mereka yang berada di luar daerah atau memiliki keterbatasan untuk datang ke Palembang.
"Semoga upaya ini bisa mempermudah keluarga korban dalam proses identifikasi," ujarnya.
(csb/csb)











































