Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) mengalami kecelakaan di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Bus yang bertabrakan dengan truk tangki BBM kemudian terbakar sehingga akibatkan 16 orang tewas itu diketahui telah berusia 24 tahun.
"Sekitar 20 tahunan, dari tahun 2002," kata Humas ALS, Alwi Matondang, di loket ALS Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, dilansir detikSumut, Kamis (7/5/2026).
Alwi menyebut bahwa kondisi bus tersebut sangat terawat meskipun usianya sudah 24 tahun. Menurutnya, setiap bus selalu diperiksa sebelum diberangkatkan untuk beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengecekan itu setiap akan beroperasi pasti kami cek dulu. Semua komponen, seperti rem, kondisi ban, lampu, dan mesin, semuanya kami periksa," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan bus cadangan yang digunakan apabila bus lain mengalami kendala. Meski demikian, bus itu masih masuk kategori layak jalan.
"Busnya masih layak. Posisinya sebagai bus cadangan. Jadi, ketika ada kebutuhan, misalnya ke Semarang, bus itu bisa diperbantukan," katanya.
Atas kecelakaan yang terjadi di Muratara, manajemen bus ALS menyebut seluruh jenazah korban kecelakaan bus saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani proses identifikasi.
"Semua jenazah, baik sopir maupun penumpang, sekarang berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan identifikasi," kata dia.
Alwi menjelaskan pihak kepolisian saat ini sedang melakukan upaya identifikasi terhadap korban kecelakaan dengan meminta keluarga kandung korban untuk membantu proses pengenalan identitas.
"Setelah kami berkoordinasi dengan Polda Sumsel, mereka meminta agar keluarga kandung korban segera dikirim untuk menjalani tes DNA karena kondisi korban sulit dikenali," ujarnya.
Ia juga meminta agar keluarga kandung korban segera datang ke Palembang guna mempercepat proses identifikasi.
Dia menuturkan, beberapa keluarga korban sebenarnya sudah datang. Namun, sebagian yang berangkat bukan keluarga kandung sehingga proses identifikasi belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Sudah ada keluarga yang datang. Namun, tadi sudah kami sampaikan bahwa yang dibutuhkan adalah keluarga kandung agar bisa diberangkatkan ke Palembang," ujarnya.
"Memang ada informasi keluarga yang berangkat, tetapi bukan saudara kandung. Karena itu, kami sampaikan lagi kepada keluarganya supaya mengirim keluarga kandung korban," tambahnya.
Berdasarkan data penumpang ALS yang diterima petugas, terdapat 14 penumpang bus yang menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas tersebut. "Informasi sementara yang kami terima, penumpang yang meninggal dunia ada 11 orang dan tiga orang kru bus," jelasnya.
Untuk kru bus, dua sopir dilaporkan meninggal dunia. Ada seorang kernet berhasil selamat dari insiden tersebut.
"Dari kru bus sendiri, dua sopir meninggal dunia, sementara kenek selamat," tutupnya.
(dai/dai)











































