Polisi Bakal Periksa Perusahaan Bus ALS-Truk Tangki BBM Tewaskan 16 Orang

Sumatera Selatan

Polisi Bakal Periksa Perusahaan Bus ALS-Truk Tangki BBM Tewaskan 16 Orang

Prima Syahbana - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 14:40 WIB
Kabid Humas saat mendampingi Wakapolda dan Gubernur Sumsel di RS Bhayangkara Palembang.
Kabid Humas saat mendampingi Wakapolda dan Gubernur Sumsel di RS Bhayangkara Palembang. (Foto. Prima Syahbana)
Muratara -

Kasus kecelakaan bus ALS vs truk tangki BBM terbakar tewaskan 16 orang di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel terus diusut polisi. Polisi juga akan memeriksa pihak perusahaan kedua kendaraan yang terlibat laka maut tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan hingga kini tim gabungan Polres Muratara dan Polda Sumsel masih terus melakukan penyelidikan dan masyarakat diminta bersabar menanti informasi lebih lanjut.

"Ini masih dalam proses semua ya, mohon bersabar, masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata Nandang, Kamis (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi juga tidak menutup kemungkinan akan segera memanggil pihak PO bus dan pihak perusahaan truk tangki untuk diperiksa atau memberikan keterangan terkait kejadian ini.

"Ya nanti kita lihat lah (perusahaan kendaraan yanh terlibat kecelakaan) itu kan dalam penyelidikannya. Ini kan masih dalam proses semua teman-teman, mohon sabar ya jadi masih dalam proses penyelidikan maupun penyidikan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, polisi telah melakukan olah TKP di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel). Di lokasi kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM yang menyebabkan 16 orang tewas itu, polisi menemukan sejumlah barang di dalam bus.

Kombes Nandang, mengatakan dalam proses olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik. Adapun barang tersebut yakni tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, buah jeruk bali berserakan, satu motor bebek di dalam kabin bus dan satu motor Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.

"Temuan tersebut mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan saat ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidikan. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar dengan total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 500 juta," katanya, Rabu malam (6/5/2026).

Selain itu, polisi juga melakukan pendalaman terkait kondisi jalan yang diduga memiliki lubang dan menjadi faktor pemicu awal kecelakaan.

"Fakta adanya lubang di jalur Lintas Sumatera yang diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan akan kami telusuri secara serius bersama pihak terkait. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

"Polda Sumsel memastikan seluruh perkembangan penanganan kecelakaan maut ini akan terus disampaikan kepada publik secara berkala dan transparan," sambungnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads