- Langkah-langkah Antisipasi Keselamatan Diri saat Naik Bus 1. Segera Periksa Keberadaan Palu Pemecah Kaca 2. Memeriksa Ketersediaan APAR 3. Tidak Menempatkan Barang Sembarangan 4. Memastikan Bus dalam Kondisi Baik
- Permasalahan dan Penyebab Kecelakaan Angkutan Publik 1. Manusia 2. Sarana/Kendaraan 3. Prasarana 4. Fisik dan Lingkungan
Banyak penumpang bus langsung duduk tanpa memperhatikan kembali soal fasilitas keselamatan di dalam kendaraan. Padahal hal-hal sesederhana mengecek alat-alat keselamatan bisa sangat membantu kala situasi darurat muncul.
Oleh sebab itu, penting bagi para penumpang untuk memahami langkah antisipasi sejak awal sehingga dapat bertindak dengan lebih sigap. Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai 4 langkah antisipasi keselamatan diri saat naik bus. Yuk, simak!
Langkah-langkah Antisipasi Keselamatan Diri saat Naik Bus
1. Segera Periksa Keberadaan Palu Pemecah Kaca
Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015, setiap armada bus wajib dilengkapi dengan alat pemecah kaca di titik-titik yang mudah dijangkau penumpang. Standarnya, alat ini harus tersedia minimal satu pada setiap satu jendela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski aturan ini ditujukan sebagai kewajiban bagi para penyedia layanan (PO Bus), penumpang disarankan untuk melakukan cek mandiri saat naik ke dalam bus untuk memastikan ketersediaan palu pada tempatnya. Hal ini dapat membantu kala situasi mendadak berubah darurat saat di dalam bus.
2. Memeriksa Ketersediaan APAR
Masih mengacu pada peraturan yang sama, setiap armada bus juga wajib dilengkapi oleh alat pemadam api ringan (APAR). Sedikitnya setiap bus harus memiliki minimal dua tabung APAR dengan kapasitas yang disesuaikan dengan besarnya kendaraan serta diletakkan di posisi yang mencolok.
Oleh sebab itu, selain memeriksa palu, penumpang juga perlu mengecek keberadaan APAR. Alat ini sangat penting untuk mengulur waktu apabila bus terbakar, baik untuk membantu proses evakuasi maupun memadamkan api kecil agar tidak merembet ke area lain.
3. Tidak Menempatkan Barang Sembarangan
Selain dua hal di atas, para penumpang juga perlu mengetahui bahwa penting untuk tidak menempatkan barang-barang secara sembarangan.
Dilansir dari publikasi resmi KNKT, para penumpang mobil bus perlu untuk menempatkan barang-barang mereka pada posisi yang jauh dari lalu-lalang penumpang lain. Tidak hanya itu saja, usahakan untuk menempatkan barang yang tidak menghalangi jalan keluar dan masuk, terutama di bagian pintu. Hal ini akan sangat membantu kala terjadi situasi darurat seperti kebakaran dan sebagainya.
4. Memastikan Bus dalam Kondisi Baik
Selain itu hal penting lainnya adalah memastikan kelayakan bus untuk perjalanan jauh. Penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan alat transportasi umum, seperti dinas terkait, penyedia jasa, hingga awak kendaraan juga perlu memastikan kelayakan.
Sedangkan sebagai penumpang, bisa sedikit lebih jeli melihat kondisi fisik bus. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko kejadian darurat yang disebabkan oleh kendala teknis, seperti malfungsi rem, korsleting pada sistem kelistrikan, dan sebagainya.
Permasalahan dan Penyebab Kecelakaan Angkutan Publik
Dikutip dari jurnal berjudul Keselamatan Angkutan Bus di Kabupaten Garut oleh Ida Farida dan Wimpy Santosa, berikut ini sejumlah permasalahan dan penyebab dari kecelakaan angkutan publik, antara lain:
1. Manusia
Masalah: Kurangnya kompetensi pengemudi, rendahnya disiplin, dan kurangnya ketegasan aparat.
Penyebab kecelakaan:
- Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas
- Ngebut
- Ceroboh
- Emosi
- Kelelahan
- Mengantuk
- Konsumsi obat dan alkohol
- Pelanggaran aturan lalu lintas
- Penggunaan handphone kala mengemudi; dst
2. Sarana/Kendaraan
Masalah: Kurangnya perawatan teknis kendaraan, jarang dilakukan uji berkala, dan penggunaan bus dengan jumlah penumpang yang melebihi daya angkut.
Penyebab kecelakaan:
- Pengoperasian armada tidak layak jalan
- Kendaraan tidak stabil dan tidak berfungsi dengan baik
- Penggunaan suku cadang imitasi
- KIR armada yang tidak berlaku; dan
- Muatan berlebih
3. Prasarana
Masalah: Belum adanya penanganan di daerah rawan kecelakaan, akses keluar masuk kendaraan yang tidak terkontrol, rambu lalu lintas yang tidak memadai, dan manajemen perusahaan dan keselamatan perusahaan buruk.
Penyebab kecelakaan:
- Jalan rusak, licin, dan berlubang
- Tanpa lampu dan marka/rambu
- Manajemen lalu lintas yang tidak tertib; dan
- Layanan angkutan yang tidak terjadwal
4. Fisik dan Lingkungan
Masalah: Kondisi ruas jalan, tanpa marka/rambu, kurangnya pemeliharaan jalan, kondisi lalu lintas, dan cuaca.
Penyebab kecelakaan:
- Tikungan, tanjakan, dan turunan tajam
- Berkabut, mendung, dan hujan
- Banyaknya halangan pandangan; dan
- Pencemaran lingkungan
Demikian informasi mengenai 4 antisipasi keselamatan diri saat naik bus beserta informasi penting lainnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































