Istilah homeless media santer disebut-sebut oleh Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari dalam konferensi pers pada Rabu (6/5/2026). Lalu, apa sebenarnya homeless media tersebut?
Dilansir detikNews, Homeless media yang disebut Qodari merujuk pada para pelaku new media yang menyebarkan informasi di media sosial. Menurutnya, saat ini terjadi transformasi dari homeless media menjadi new media.
Kehadiran new media tersebut dapat menjangkau publik melalui kanal digital. Sebab itu, kata Qodari, pelaku new media mesti dirangkul agar makin berkualitas seperti halnya media konvensional yang harus memegang prinsip cover both side.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arti New Media
Kemunculan new media terjadi karena adanya interaksi antar manusia dengan teknologi komputer dan internet. Sebagaimana dikutip jurnal berjudul Homeless Media Sebagai Sarana Informasi di Instagram; Preferensi Generi Z dalam Pemilihannya karya Marsella Jelita Azzahra, Siti Masitoh.
Secara bahasa, new media berasal dari kata new yang berarti baru dan media artinya alat yang digunakan sebagai sumber untuk menyampaikan pesan kepada penerima. New media merujuk pada media yang menggunakan teknologi digital untuk menyampaikan informasi, berinteraksi, dan membangun komunitas.
Pengertian Homeless Media
Sebelum adanya istilah new media, lebih dulu dikenal homeless media. Kata tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Kennedy pada tahun 2017. Tujuannya untuk menggambarkan media yang beroperasi tanpa situs web resmi dan hanya mengandalkan platform media sosial sebagai basis utama untuk menyebarkan konten.
Homeless media atau media tanpa rumah merujuk pada bentuk seperti jurnalisme yang fokus penyebaran informasi melalui media sosial, seperti Instagram. Salah satu karakteristik homeless media adalah ketidakjelasan.
Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan sumber informasi yang akurat dan mudah diakses. Tak hanya itu, adanya hal tersebut memberikan kesempatan kepada individu untuk menyampaikan berita tanpa melalui proses editorial yang resmi.
Alhasil bisa memberikan ruang bagi suara-suara yang sering terpinggirkan dalam pemberitaan mainstream. Melihat lebih jauh, homeless media dapat dipandang sebagai respons terhadap ketidakadilan sosial dan ekonomi.
Kemunculannya bisa dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap struktur kekuasaan. Secara umum, homeless media mempromosikan produk, acara, tujuan kuliner dan pariwisata, atau politik.
Dengan menciptakan dan mendistribusikan konten di media sendiri memberikan kesempatan untuk individu yang terpinggirkan dapat mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi yang dihadapi.
Peran Homeless Media Dalam Penyebaran Informasi
Masih pada sumber jurnal di atas, homeless media memiliki peran signifikan dalam penyebaran informasi, terutama di era digital yang serba cepat dan berbasis interaksi pengguna. Adapun beberapa peran utama homeless media dalam penyebaran informasi yakni:
1. Demokratisasi Informasi
Homeless media dapat memungkigkan akses informasi bagi siapa saja tanpa perlu bergantung pada institusi media tradisional.
2. Penyebaran Cepat Melalui Viralitas
Dengan memanfaatkan algoritma media sosial, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat ke berbagai lapisan masyarakat.
3. Meningkatkan Keterlibatan Publik
Generasi Z cenderung lebih aktif dalam mengomentari, membagikan, dan mendiskusikan informasi yang mereka dapatkan melalui homeless media.
4. Memberdayakan Jurnalisme Warga
Homeless media memungkinkan individu untuk menjadi pewarta berita independen, menyajikan sudut pandang alternatif yang tidak selalu tercakup pada media arus utama.
5. Menyediakan Ruang bagi Kelompok Terpinggirkan
Platform homeless media seringkali menjadi tempat bagi kelompok minoritas atau mereka yang suaranya kurang terwakili dalam media tradisional untuk berbicara dan berbagi pengalaman.
Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa homeless media memiliki peran penting dalam penyebaran informasi di Instagram, terutama dalam membentuk perspektif baru, mengangkat isu yang jarang dibahas dan kurang diperhatikan media arus utama, fokus pada pemberitaan lokal, dan dapat membentuk opini publik dikalangan generasi Z.
Daftar Homeless Media di Indonesia
Adapun beberapa contoh daftar homeless media di Indonesia di antaranya:
- Folkative
- Indozone
- Dagelan
- Indomusikgram
- Infipop
- Muslimvox
- USS Feeds
- Bapak-bapak ID
- Menjadi Manusia
- NFI, Cretivox
- Kok Bisa?
- Taubatters
- Pandemictalks
- Kawan Hawa
- Volix Media
- Ngomongin Uang
- Big Alpha
- Good States
- Hai Dulu
- Proud Project
- Vibes
- Unframe
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- How To Do Nothing
- Everless Media
- Geometry Media
- Folks Diary
- Dream
- Melodi Alam
- NKTSHI
- Modestalk
- Lead Media
- Nalar TV
- Mahasiswa dan Jakarta
- North West
Itulah penjelasan mengenai homeless media lengkap dengan daftarnya. Semoga membantu, ya.
Simak Video "Video Waka DPR: Homeless Media Tak Boleh Lepas dari Kode Etik Jurnalistik"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































