Pernahkah detikers merasa mudah percaya dengan deskripsi kepribadian atau ramalan tarot hanya dengan melihat sebuah postingan di media sosial? Jika iya, maka yang detikers alami adalah barnum effect.
Singkatnya, efek ini membuat detikers mudah untuk menerima informasi tersebut dan menganggap bahwa itu benar dan sesuai dengan diri detikers. Padahal, jika dicermati, informasi tersebut bisa dirasakan oleh hampir semua orang, lho!
Penasaran kenapa otak kita bisa "tertipu" oleh fenomena ini? Berikut detikSumbagsel sajikan informasi lengkap mengenai pengertian, penyebab, dan dampak dari barnum effect ini. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Barnum Effect Menurut Para Ahli
Dilansir dari jurnal Tes Kepribadian Online Membentuk Kepribadianku, Benarkah?: Barnum Effect Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin oleh Andi Widjannah, dkk, berikut ini sejumlah pengertian barnum effect berdasarkan beberapa perspektif ahli, seperti:
- Reber (2010) menjelaskan bahwa barnum effect adalah istilah deskripsi pribadi tetapi berbasis pernyataan umum, yang mudah diterima sebagai gambaran kepribadian.
- Downey (1999) menyoroti soal kecenderungan individu dalam menerima hasil tes sebagai deskripsi pribadi, meskipun hasilnya berisi pernyataan umum yang berlaku bagi semua individu.
- George dan Sylaja (2018) mengemukakan jika barnum effect adalah kecenderungan pribadi untuk menilai pernyataan yang tampak sangat akurat secara pribadi, meski hal tersebut berlaku juga bagi orang lain.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya barnum effect adalah kondisi dimana individu mudah percaya atas deskripsi umum diri.
Penyebab Barnum Effect
Masih di sumber yang sama, menurut Jain (2007) berikut ini sejumlah penyebab terjadinya fenomena ini terhadap sebagian orang, antara lain:
1. Otoritas Sang Penilai (Prestige/Authority)
Individu lebih mudah untuk percaya apabila diminta langsung oleh ahlinya seperti psikolog atau mahasiswa psikologi.
2. Sifat Mudah Percaya (Gullibility)
Setiap individu memiliki tingkat kepolosan berbeda-beda. Ada yang secara alami mudah untuk menerima informasi secara cuma-cuma tanpa memeriksa terlebih dahulu kebenarannya.
3. Kalimat yang Terlalu Umum (Generality)
Pernyataan yang digunakan umumnya bersifat aman karena berlaku bagi setiap manusia. Saking umumnya, otak kita otomatis mencari kecocokan dengan pengalaman pribadi.
4. Kesukaan
Sifat-sifat yang positif mudah disukai dan diterima oleh publik.
5. Efek Khusus Buat Kamu (Personalization)
Barnum effect akan semakin kuat apabila analisis tersebut seolah-olah ditujukan khusus untuk kita. Padahal, ribuan orang lain juga mendapatkan hasil yang sama persis.
Dampak Barnum Effect
1. Dampak Positif
Sugesti positif bagi individu yang sedang mengalami krisis identitas atau depresi, kalimat-kalimat umum yang positif tersebut dapat menjadi "obat" untuk membangkitkan kembali semangat hidup.
Meningkatkan kepercayaan diri: kata-kata motivasi yang terasa personal dapat mendorong seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Dampak Negatif
Di balik sisi positifnya, ada risiko besar yang perlu untuk diwaspadai:
- Rentan penipuan, karena merasa jika informasi yang dibuat khusus untuk dirinya, individu jadi lebih mudah percaya pada hal-hal yang belum tentu valid.
- Menghambat Perkembangan, fenomena ini dapat dapat membuat seseorang merasa cukup dengan dirinya, hanya dengan membaca informasi yang bersifat umum.
Demikian informasi mengenai barnum effect. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Merasa Sedih saat Hujan Turun, Simak Tips Preventif dari Psikolog"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
