Sumatera Selatan

Menko Polkam Tekankan Dunia Usaha Bantu Atasi Karhutla di Sumsel

A Reiza Pahlevi, Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 17:20 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago hadiri apel kesiagaan karhutla (Dok. APP Group)
Palembang -

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meminta pemegang konsesi kehutanan, perkebunan, dan pertambangan, menjadi bagian dari solusi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia meminta perusahaan memastikan kesiapan sarana pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah operasional masing-masing.

"Jadi, saya minta dunia usaha juga menjadi bagian solusi penanganan karhutla," ujar Djamari saat Apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/5/2026).

Dia menyebut, apel kesiapsiagaan ini untuk menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino. Prediksi BMKG, musim kemarau 2026 di Indonesia berlangsung bertahap sejak April dengan puncak pada Agustus.

Fenomena El Nino diprediksi berkembang pada periode Juli hingga September 2026, yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan dan meningkatkan risiko karhutla. Menurutnya, penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumsel juga harus dilakukan.

Diketahui, dalam apel siaga itu diikuti sekitar 1.600 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dunia usaha, serta kelompok masyarakat peduli api. Dia juga menekankan bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, cepat, terpadu, dan tegas. Mengutamakan pencegahan sebelum api meluas.

Dalam kegiatan itu, pemerintah juga secara resmi mereaktivasi desk koordinasi penanggulangan karhutla nasional 2026, untuk memperkuat koordinasi, pengendalian, pemantauan, penegakan hukum, hingga komunikasi publik secara nasional.

APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumsel, turut berpartisipasi dengan menampilkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan peralatan pemadaman. Mulai dari Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) inti, Tim Reaksi Cepat (TRC), perangkat pemadam, drone pemantau titik api, Automatic Weather Station (AWS), kendaraan patroli, hingga sistem komunikasi terintegrasi.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"


(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork