Sumsel Mulai Operasi Karhutla Meski Belum Ada Titik Api

Sumatera Selatan

Sumsel Mulai Operasi Karhutla Meski Belum Ada Titik Api

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 19:00 WIB
Personel Satgas Karhutla melakukan simulasi pemadaman api
Personel Satgas Karhutla melakukan simulasi pemadaman api (Foto: Widia Ardhana)
Palembang -

Provinsi Sumatera Selatan resmi memulai operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hari ini meski hingga saat ini belum ada titik api yang terdeteksi. Langkah antisipatif ini diambil berdasarkan prediksi BMKG yang memperkirakan cuaca kemarau akan mulai melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan ke depan.

"Sumatera Selatan ini belum terjadi kebakaran, tetapi prediksi BMKG minggu-minggu ke depan ini juga akan mulai timbul panas, cuaca kemarau, sehingga operasi kita dibuka hari ini untuk mulai operasi pencegahan dan penanganan Karhutla," ujar Kepala BNPB Suharyanto, Rabu (6/5/2026)

Sumatera Selatan merupakan satu dari enam provinsi yang ditetapkan BNPB sebagai prioritas penanganan Karhutla tahun ini. Tiga provinsi berada di Sumatera yakni Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serta tiga di Kalimantan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dari keenam provinsi itu, Riau dan Kalimantan Barat sudah lebih dulu memulai operasi dan dilaporkan terkendali.

"Riau sudah dilaksanakan kurang lebih sebulan yang lalu operasi penanganan Karhutla, alhamdulillah Riau sampai hari ini terkendali. Memang sudah ada kebakaran tapi segera kita bisa padamkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, untuk mencegah kebakaran sebelum titik api muncul, BNPB menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna membasahi lahan gambut di Sumatera Selatan. Dengan kondisi gambut yang lembab, potensi penyebaran api dapat ditekan sejak awal.

"Kita laksanakan operasi modifikasi cuaca, jadi mendatangkan hujan supaya lahan gambut ini basah, sehingga kalau nanti terbakar ini mudah untuk segera padam dan bisa dipadamkan dengan cepat," jelasnya.

Kata Suharyanto, selain OMC, pembangunan kanal dan embung turut disiapkan sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.

"Ketika terjadi kemarau, embung dan kanal-kanal itu terisi air, itu juga bisa mencegah penyebaran api yang membakar hutan dan lahan, sekaligus menjadi sumber air yang bisa digunakan saat melakukan pemadaman," ujarnya.

BNPB menetapkan lima kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sebagai wilayah prioritas, di antaranya Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Kota Palembang. Dukungan yang diberikan mencakup Satgas Darat beserta pompa berbagai ukuran dan alat pelindung diri (APD), hingga armada udara.

"Kita standby-kan heli patroli, sementara ada empat heli, untuk patrolinya ada dua, water bombing nya ada dua. Ini sementara, tapi ada kemungkinan ditambah. Berdasarkan pengalaman tahun kemarin, paling tidak Sumatera Selatan itu water bombing-nya ada empat, patrolinya dua sampai dengan tiga," ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads