Pemkot Palembang dan Basarnas Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sumatera Selatan

Pemkot Palembang dan Basarnas Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Sabtu, 25 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Cuaca Ekstrem
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (detikcom)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem melalui pembentukan satuan tugas (satgas).

Adapun satgas siaga di tingkat kecamatan dan kelurahan, pelatihan penyelamatan bagi warga, serta penguatan respons cepat di lapangan. Satgas ini akan menjadi garda terdepan dalam memantau kondisi wilayah dan bergerak cepat saat terjadi potensi keadaan darurat.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan pemerintah kota tengah mematangkan pembentukan satgas yang melibatkan unsur pegawai, P3K, PNS, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika intensitas hujan tinggi atau terjadi kondisi yang berpotensi darurat, mereka harus sudah turun ke lapangan untuk memantau situasi, sekaligus membantu mengurai potensi kemacetan dan kerumunan," ujar Ratu Dewa.

Ia menegaskan, satgas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemantau, tetapi juga akan dibekali kemampuan dasar penanganan darurat melalui pelatihan bersama Basarnas.

ADVERTISEMENT

"Satgas di kecamatan ini nantinya akan dilatih, sehingga jika terjadi sesuatu, mereka sudah terlatih, misalnya dalam evakuasi dan penanganan awal," katanya.

Program ini merupakan bagian dari sinergi Pemkot Palembang dengan Basarnas dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi situasi darurat, terutama di wilayah rawan kecelakaan perairan dan dampak cuaca ekstrem.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Constantine, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pelibatan masyarakat dalam pelatihan dan edukasi menjadi kunci untuk menekan risiko korban dalam setiap kejadian darurat.

"Kami melihat potensi besar dari kerja sama ini, terutama dalam aspek pelatihan dan edukasi. Jika masyarakat dibekali pengetahuan yang tepat, maka risiko fatalitas dalam setiap kejadian darurat dapat ditekan," ungkap Raymond.

Menurutnya, kejadian di perairan, khususnya kasus orang tenggelam di Sungai Musi, masih menjadi operasi yang paling sering ditangani Basarnas. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai sangat penting, termasuk pengawasan terhadap aktivitas di sekitar sungai.

Selain itu, Basarnas juga mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan alat keselamatan sederhana sebagai langkah mitigasi awal.

"Jika tidak tersedia life jacket, masyarakat bisa menggunakan alternatif seperti jerigen kosong yang tertutup rapat sebagai pelampung darurat. Ini solusi sederhana, namun sangat efektif dalam kondisi darurat," jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Palembang dan Basarnas berharap kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat, sehingga dampak dari potensi bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads