SPBU Pertanian Satu Harga di Banyuasin Perkuat Sektor Pertanian Sumsel

Sumatera Selatan

SPBU Pertanian Satu Harga di Banyuasin Perkuat Sektor Pertanian Sumsel

Desti Wulandari - detikSumbagsel
Jumat, 24 Apr 2026 16:40 WIB
Groundbreaking SPBU Pertanian di Desa Muara Telang Banyuasin
Foto: Groundbreaking SPBU Pertanian di Desa Muara Telang Banyuasin (Desti Wulandari)
Banyuasin -

Kementerian Pertanian menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui dukungan terhadap pembangunan SPBU Pertanian Satu Harga di Desa Muara Telang, Jumat (24/4/2026) pukul 08.30 WIB.

Pantauan detikSumbagsel di lokasi, kegiatan ground breaking berlangsung di kawasan sentra pertanian dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, koperasi, serta petani setempat. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Dukungan juga datang dari pusat, Menteri Pertanian yang diwaliki Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, menilai pembangunan SPBU pertanian merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian berbasis mekanisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modernisasi pertanian tidak bisa dilepaskan dari dukungan energi. Alsintan yang digunakan petani membutuhkan pasokan BBM yang stabil, sehingga kehadiran SPBU pertanian ini menjadi sangat strategis," katanya pada Jumat (24/4/2026).

Sam Herodian menyampaikan bahwa pembangunan SPBU pertanian yang didukung BBM bersubsidi diharapkan mampu meningkatkan keuntungan petani serta mengatasi kendala ketersediaan bahan bakar di lapangan. Ia juga menargetkan pembangunan dapat rampung dalam waktu maksimal tiga bulan, bahkan diupayakan lebih cepat.

ADVERTISEMENT

"Dengan hadirnya BBM bersubsidi, hari ini kita mulai pembangunannya. Ini tentu diharapkan memberi keuntungan bagi petani, karena dengan ketersediaan BBM kami harapkan tidak ada lagi kesulitan di lapangan. Pembangunan ini ditargetkan selesai maksimal tiga bulan, bahkan kalau bisa dipercepat akan lebih baik." ujar Sam Herodian.

Ia menambahkan, SPBU pertanian di Muara Telang ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pengembangan kawasan pertanian mencakup sekitar 10 ribu hektare dengan dukungan sekitar 150 anggota alsintan yang saat ini telah tergabung.

"Ini juga menjadi yang pertama di Indonesia, dan kami berharap ke depan banyak kabupaten bisa belajar untuk membangun SPBU pertanian seperti ini. Perencanaan awalnya mencakup lahan sekitar 10 ribu hektare, sementara saat ini anggota alsintan baru sekitar 150 orang untuk mengelola luas tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Staf Khusus Bidang Pertanian, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa program SPBU pertanian ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kemandirian energi di sektor pertanian.

"Pemerintah provinsi sangat mendukung hadirnya SPBU pertanian ini. Ini menjadi solusi nyata bagi petani agar tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional alsintan," ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyambut baik keterlibatan PT Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan energi bagi sektor pertanian. Kolaborasi ini dinilai menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam mendukung pembangunan daerah.

SPBU Pertanian Satu Harga ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses BBM bagi petani, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi berbasis koperasi di pedesaan.

Dengan adanya fasilitas ini, Kabupatan Banyuasin Sunatera Selatan optimistis sektor pertanian akan semakin kuat sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Artikel ini dibuat oleh Desti Wulandari, peserta Maganghub Kemnaker bersertifikat detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads