Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan perayaan Idul Adha atau nama lainnya adalah Lebaran Haji. Namun tahukah detikers, kenapa Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji?
Istilah ini ternyata berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak ulasannya yang telah detikSumbagsel rangkum.
Asal Usul Penamaan Lebaran Haji
Dilansir dari laman Kementerian Agama Bali, asal-usul penamaan Lebaran Haji sebagai sebutan lain dari Idul Adha di Indonesia berkaitan dengan momen pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Sehari sebelum Idul Adha, jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah sebagai rukun puncak haji.
Secara bahasa, wukuf berarti berhenti. Adapun secara istilah, wukuf adalah berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram walau sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari pada Dzulhijjah sampai terbit fajar hari nahar pada 10 Dzulhijjah.
Sebagaimana terdapat dalam penjelasan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag, selama menunaikan wukuf di Padang Arafah, jemaah haji akan berdoa dan berdzikir hingga matahari terbenam. Selain itu, juga dianjurkan memperbanyak sholawat.
Pada waktu yang sama, umat Islam di seluruh dunia dapat melaksanakan puasa sunnah Arafah. Kemudian pada keesokan harinya, jemaah haji melanjutkan rangkaian ibadah seperti lempar jumrah, sementara umat Muslim yang tidak berhaji menunaikan penyembelihan hewan kurban.
Simak Video "Video Salat Idul Adha di Palembang: Masjid Agung hingga Jembatan Ampera Penuh"
(mep/mep)