Pemerintah Kota Palembang resmi menunda pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang semula dijadwalkan pada 19 April 2026. Kegiatan itu diundur dan akan kembali digelar pada 3 Mei 2026 dengan sejumlah evaluasi dan perbaikan teknis di lapangan.
Penundaan ini dilakukan setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap uji coba CFD sebelumnya. Sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kemacetan lalu lintas, menjadi perhatian utama pemerintah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto mengungkapkan bahwa pelaksanaan uji coba sebelumnya masih menghadapi keterbatasan personel, khususnya di jalur alternatif saat penutupan Jembatan Ampera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang di titik tersebut (Jembatan Musi IV dan VI) personel kami masih kurang, ke depan akan dilakukan penambahan, khususnya di titik-titik rawan kemacetan," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, dari sekitar 100 personel yang dikerahkan saat uji coba, sebagian besar difokuskan di kawasan Sudirman-Ampera. Sementara itu, di Jembatan Musi VI hanya terdapat dua regu dengan total 6 hingga 10 personel.
"Ke depan akan dilakukan penambahan, khususnya di titik-titik rawan kemacetan," katanya.
Selain itu, keputusan penundaan juga dipicu oleh banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan yang terjadi saat uji coba perdana pada 11 April 2026. Penutupan Jembatan Ampera saat itu menyebabkan kepadatan kendaraan di sejumlah titik, terutama di jalur pengalihan.
Dalam rapat evaluasi, disepakati bahwa uji coba tahap II CFD akan dilaksanakan pada Minggu, 3 Mei 2026, mulai pukul 05.30 WIB hingga 08.00 WIB. Durasi kegiatan juga dipersingkat satu jam dari rencana awal sebagai langkah antisipasi kemacetan.
Selain itu, apabila hingga pukul 08.00 WIB kondisi lalu lintas di Jembatan Musi IV dan Musi VI masih mengalami kemacetan, maka pelaksanaan CFD akan langsung dihentikan lebih awal.
Pemkot juga akan melakukan penebalan personel di titik-titik krusial seperti Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI. Penambahan ini melibatkan dishub, kepolisian, satpol pp, serta dukungan dari aparat kecamatan di wilayah seberang ilir dan seberang ulu.
Tak hanya itu, penataan lapangan juga akan diperketat, termasuk menertibkan pedagang kaki lima, kendaraan parkir di bahu jalan, serta aktivitas putar balik yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Pemerintah juga berencana menambah kamera CCTV di titik strategis serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai platform.
Dengan berbagai perbaikan tersebut, Pemkot Palembang berharap pelaksanaan CFD ke depan dapat berjalan lebih tertib dan tidak lagi menimbulkan kemacetan parah seperti yang terjadi pada uji coba sebelumnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































