Kutil memang bukan kondisi yang mengancam jiwa, namun kehadirannya kerap mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri. Namun, detikers tidak selalu harus ke dokter untuk mengatasinya. Ada sejumlah cara menghilangkan kutil yang bisa dicoba sendiri di rumah sebelum memutuskan untuk menjalani tindakan medis.
Dilansir dari jurnal ilmiah Treatment of Warts oleh Berman dan Weinstein (Dermatologic Therapy, 2000), tidak ada satu metode yang efektif secara universal untuk semua jenis kutil. Namun secara umum, berbagai metode yang tersedia memiliki tingkat keberhasilan 65-85% jika dilakukan secara konsisten selama 12 minggu.
Berikut detikSumbagsel rangkum cara menghilangkan kutil dengan mudah dan aman. Simak yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Menghilangkan Kutil
1. Asam Salisilat
Dilansir dari Harvard Health Publishing, asam salisilat adalah pilihan utama pengobatan kutil di rumah yang bisa didapat tanpa resep dokter. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk seperti plester, krim, salep, hingga larutan dengan konsentrasi 17% hingga 40%. Konsentrasi lebih tinggi sebaiknya hanya digunakan pada area kulit yang lebih tebal.
Cara penggunaannya, rendam kutil dalam air hangat terlebih dahulu, lalu kikis lapisan kulit mati menggunakan kikir kuku atau batu apung. Setelah itu oleskan asam salisilat dan ulangi setiap hari. Jika kulit mulai terasa nyeri, hentikan sementara pengobatan dan lanjutkan setelah kondisi membaik. Melanjutkan pemakaian satu hingga dua minggu setelah kutil hilang juga disarankan untuk mencegah kekambuhan. Metode ini terbukti menyembuhkan 60-80% kutil umum jika digunakan rutin hingga 12 minggu.
2. Lakban
Metode lakban tergolong sederhana dan berisiko rendah sehingga aman dicoba siapa saja. Tempelkan lakban langsung pada kutil selama lima hingga tujuh hari, kemudian lepaskan dan biarkan kulit beristirahat sejenak sebelum mengulangi proses yang sama. Cara lain, biarkan lakban menempel semalaman selama sekitar satu bulan atau hingga kutil benar-benar hilang.
Mekanisme kerja lakban diduga karena menghambat aliran oksigen ke kutil, atau karena sel kulit mati beserta partikel virus ikut terangkat saat lakban dilepas. Lakban berwarna perak diklaim lebih efektif karena daya rekatnya lebih kuat.
Sebagian orang juga mengoleskan asam salisilat terlebih dahulu sebelum menutup kutil dengan lakban, namun pastikan asam salisilat sudah benar-benar kering sebelum lakban ditempelkan.
3. Cuka Sari Apel
Dilansir dari Ciputra Hospital, cuka sari apel bekerja mirip asam salisilat dalam mengelupas lapisan kulit yang terinfeksi virus HPV. Selain itu, bahan alami ini juga memiliki sifat antimikroba yang diyakini mampu melawan virus penyebab kutil, meski masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.
Cara penggunaannya, campurkan cuka sari apel dengan air dengan perbandingan 2:1, celupkan kapas ke dalam larutan tersebut, lalu tempelkan pada kutil dan tutup dengan perban. Diamkan selama tiga hingga empat jam atau biarkan semalaman. Ulangi setiap hari secara konsisten. Perlu diingat, larutan ini bersifat asam sehingga bisa menimbulkan rasa perih dan tidak boleh diaplikasikan di area wajah.
4. Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa aktif yang bersifat antimikroba dan diyakini mampu menghambat pertumbuhan virus HPV penyebab kutil. Penggunaan rutin ekstrak bawang putih diklaim efektif mengatasi kutil dalam waktu sekitar empat minggu.
Haluskan satu siung bawang putih, campurkan dengan sedikit air, lalu oleskan langsung pada kutil. Tutup area tersebut dengan perban dan biarkan semalaman. Ulangi setiap hari selama tiga hingga empat minggu. Sebagai variasi, tumbukan bawang putih juga bisa dicampur dengan cengkeh sebelum dioleskan untuk memperkuat efek antimikrobanya.
5. Tea Tree Oil
Minyak pohon teh memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang kuat sehingga efektif untuk mengatasi berbagai gangguan kulit, termasuk kutil. Jika digunakan secara konsisten, ukuran kutil dilaporkan bisa berkurang dalam waktu sekitar 12 hari.
Karena konsentrasinya cukup tinggi, tea tree oil tidak boleh digunakan langsung tanpa diencerkan. Campurkan satu hingga dua tetes tea tree oil dengan 12 tetes minyak pembawa seperti minyak almond atau minyak jarak. Celupkan bola kapas ke dalam campuran tersebut, tempelkan pada kutil selama 5-10 menit, dan ulangi dua hingga tiga kali sehari secara rutin.
6. Vitamin C dan Vitamin E
Vitamin C bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Untuk penggunaan topikal pada kutil, haluskan tablet vitamin C dan campurkan dengan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pada kutil, tutup dengan perban, dan biarkan semalaman. Ulangi setiap hari secara konsisten.
Sementara vitamin E dipercaya mampu memperkuat respons tubuh terhadap infeksi virus HPV. Gunakan minyak dari kapsul vitamin E dan oleskan langsung ke area kutil. Tutup dengan perban dan biarkan semalaman. Lakukan setiap hari selama dua minggu. Meski begitu, keduanya belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat, sehingga penggunaannya bersifat sebagai pelengkap pengobatan utama.
Kapan Harus ke Dokter?
Masih dikutip dari sumber yang sama, detikers sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila kutil berdarah, terasa nyeri, atau gatal. Konsultasi juga diperlukan jika kutil muncul di wajah atau area kelamin, berubah warna atau bentuk dengan cepat, atau jika penderita memiliki kondisi diabetes maupun gangguan sistem imun.
Jika penanganan mandiri tidak berhasil, dokter dapat melakukan tindakan medis seperti krioterapi, elektrodesikasi, laser CO2, hingga suntikan bleomycin sesuai kondisi dan lokasi kutil. Perlu diingat pula bahwa banyak kutil dapat hilang dengan sendirinya dalam dua hingga tiga tahun tanpa pengobatan apapun. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(dai/dai)











































