Warga Pasang Bubu di Jalan Desa Sadu Musi Rawas yang Rusak Parah

Sumatera Selatan

Warga Pasang Bubu di Jalan Desa Sadu Musi Rawas yang Rusak Parah

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 18 Apr 2026 20:30 WIB
Warga pasang bubu  di jalan Desa Suda yang parah di Musi Rawas
Warga pasang bubu di jalan Desa Suda yang parah di Musi Rawas (Foto: Istimewa)
Musi Rawas -

Jalan di Desa Sadu, Musi Rawas, Sumatera Selatan, rusak parah hingga kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut. Kesal tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, warga memasang bubu (perangkap ikan) di jalan tersebut.

Bukan itu saja, para pelajar juga melakukan aksi protes dengan cara melakukan foto bareng di jalan yang digenangi air keruh dan berlumpur tersebut kemudian mempostingnya di media sosial.

Diketahui Jalan tersebut berada di Desa Sadu, Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui jalan yang masih berbentuk tanah tersebut kondisinya kian memprihatinkan hingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Ditambah akibat hujan mengguyuri daerah itu beberapa pekan terakhir membuat jalan tersebut kian berlumpur.

Meskipun begitu, belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan perbaikan di jalan tersebut hingga membuat warga desa menjadi geram karena aktivas sehari-hari hingga perekonomian warga jadi terganggu.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Camat BTS Ulu Marzuki Usman mengatakan alasan belum dilakukannya perbaikan karena status jalan tersebut berada dalam hutan kawasan.

"Jalan itu terletak dalam hutan kawasan sehingga untuk perbaikannya seperti melakukan pengaspalan itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihak Pemkab Mura pada tahun lalu juga pernah berupaya dengan melakukan pengerasan pada jalan tersebut menggunakan agregat," katanya, Sabtu (18/4/2026).

Marzuki menjelaskan struktur tanah pada jalan tersebut terbilang labil sehingga pengerasan itu tidak berlangsung lama. Ditambah jalan tersebut juga sering dilalui oleh mobil angkutan yang melebihi kapasitas beban.

"Kalaupun jalan itu sudah bukan dalam hutan kawasan lagi pasti pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan itu. Kemudian selain jalan itu juga, akses jalan Desa Sembatu Jaya yang rusak juga termasuk dalam hutan kawasan. Jadi ada dua desa itu yang posisi jalannya yang rusak namun masuk ke dalam hutan kawasan," jelasnya.

Marzuki mengaku hampir seluruh akses jalan di Kecamatan BTS Ulu sudah dilakukan pengaspalan, namun dirinya tidak menampik ada beberapa jalan tertentu yang masih rusak akibat dilewati angkutan yang melebihi kapasitas beban serta cuaca buruk yang masih terjadi hingga saat ini.

"Kalau daerah lain bagus, bahkan di Gunung Kembang itu sudah hotmix (pengaspalan). Jadi faktor kerusakan jalan itu disebabkan angkutan berlebihan serta hujan deras," ujarnya.

Dia pun mengimbau kepada perangkat desa seperti kepala desa (Kades) saat ada pertemuan di kecamatan agar mengingatkan para angkutan untuk tidak melebihi kapasitas muatan saat lewat jalan desa.

"Tapi kita sifatnya masih sebatas imbauan saja, karena memang bukan kewenangan kita untuk melarang angkutan yang melebihi muatan melintas," ungkapnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads