Capaian Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2025 tidak optimal. Dari target 2.759 penerima manfaat, realisasi penerima bantuan baru mencapai 406 penerima (14,71 persen).
Tahun ini, Pemkab OKI menaikkan targetnya menjadi 2.932 penerima, namun hingga April 2026 realisasinya baru 9 penerima. Sementara berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI, jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) pada 2025 sebanyak 24.795 keluarga.
Dari jumlah tersebut, 12.955 keluarga masuk kategori desil 1 atau kelompok miskin yang menjadi prioritas utama intervensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik OKI Iwan Setiawan mengatakan rendahnya capaian 2025 menjadi evaluasi seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan sinergi dan partisipasi. Terutama mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh (OTA).
Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga berisiko stunting.
"Bentuk bantuan yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan keluarga, seperti bantuan nutrisi, rumah layak huni, akses air bersih, jamban sehat, edukasi, serta penguatan ekonomi keluarga," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pelaksanaan program ke depan.
"Program Genting ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita harus memastikan intervensi tepat sasaran, khususnya pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan," katanya.
Sekretaris Dinas DPPKB OKI M Denim Alam Surawijaya menyebut jika pelaksanaan program dilakukan terstruktur melalui koordinasi berjenjang dari tingkat pusat hingga desa. Selain itu, juga memanfaatkan sistem informasi peduli Genting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
"Seluruh proses, mulai dari verifikasi data, penyaluran bantuan, hingga monitoring dan evaluasi, dilakukan secara terintegrasi melalui sistem. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dipantau secara berkelanjutan," katanya.
Dia juga menekankan pentingnya validasi data dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program.
"Keberhasilan Genting sangat bergantung pada kolaborasi. Kami mendorong peningkatan partisipasi donor, validasi data yang akurat, serta sinergi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat," ungkapnya.
(dai/dai)











































