Area tanpa sinyal komunikasi atau blankspot di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tercatat masih cukup banyak. Berdasarkan data yang disampaikan Pemkab OKI, area blankspot di wilayah itu tercatat sebanyak 57 titik.
Sementara secara kualitas jaringan 4G, OKI dengan luas 17 ribuan kilometer persegi ini, masih didominasi sinyal lemah. Wilayah sinyal lemah ini disebut mencapai 75 persen. Sedangkan wilayah jaringan 4G relatif stabil baru di kisaran 15 persen.
Kondisi geografis dan masih adanya 15 desa yang belum teraliri listrik turut menjadi kendala pemerataan jaringan. Selain itu, minat operator untuk membangun infrastruktur di wilayah berpenduduk sedikit dan sulit dijangkau juga relatif terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI Adi Yanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat penanganan blankspot.
"Kami melakukan validasi data bersama operator agar penanganan blankspot sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Adi menyebut, pengentasan area blankspot ini menjadi salah satu program kepala daerah. Harapannya, terjadi penguatan ekonomi berbasis digital, termasuk pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, serta mendukung pemerataan infrastruktur digital.
Menurutnya, penanganan area blankspot ini akan mengacu pada skala prioritas, seperti pelayanan publik.
"Konektivitas di sekolah, puskesmas, dan kantor desa menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat," katanya.
Pihaknya juga menggandeng salah satu operator untuk penanganan area blankspot ini. Dia menyebut wilayah yang sebelumnya tanpa sinyal, kini terbebas blankspot, seperti di Desa Balian (Mesuji Raya) dan Desa Karya Mukti (Mesuji).
(dai/dai)











































