Penyebab Sakit Kepala Migrain Lengkap Cara Mengatasinya dengan Mudah

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Sabtu, 18 Apr 2026 16:00 WIB
Ilustrasi sakit kepala migrain. (Foto: Getty Images/Nattakorn Maneerat)
Palembang -

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami banyak orang dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, apa penyebab sakit kepala mingran dan bagaimana cara mengatasinya?

Tidak seperti sakit kepala biasa, migrain biasanya disertai gejala lain seperti mual, sensitivitas terhadap cahaya, hingga gangguan penglihatan. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya penyebab yang memicu.

Berikut detikSumbagsel akan membahas secara lengkap penyebab migrain, cara mengatasinya secara medis dan alami, serta hal-hal yang harus dihindari agar migrain tidak sering kambuh.

Apa itu Migrain?

Dilansir situs Dinkes Kalimantan Barat, migrain adalah gangguan saraf yang menyebabkan nyeri kepala berdenyut, biasanya di satu sisi kepala. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Migrain.

Migrain bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung tingkat keparahannya. Kondisi ini bisa berbahaya dan mengakibat hal buruk pada tubuh bila terjadi secara terus-menerus.

Penyebab Sakit Kepala Migrain

Migrain tidak memiliki satu penyebab pasti, tetapi dipicu oleh beberapa faktor berikut:

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, khususnya hormon estrogen pada wanita, merupakan salah satu pemicu utama migrain. Kondisi ini sering terjadi menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau saat menopause.

Fluktuasi hormon dapat memengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah di otak, sehingga memicu nyeri kepala. Beberapa wanita bahkan mengalami migrain secara rutin setiap siklus menstruasi, yang dikenal sebagai migrain hormonal.

2. Stres dan Emosi

Tekanan mental yang tinggi, seperti stres akibat pekerjaan, masalah pribadi, atau kelelahan emosional, dapat memicu ketegangan pada otot dan saraf. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah di otak mengalami perubahan yang akhirnya menimbulkan migrain.

Selain itu, perubahan emosi yang ekstrem, seperti cemas berlebihan atau bahkan terlalu gembira, juga bisa menjadi pemicu.

3. Kurang Tidur atau Tidur Berlebihan

Pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan sistem saraf. Kurang tidur membuat tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk pemulihan, sementara tidur berlebihan juga dapat mengganggu ritme biologis.
Kedua kondisi ini dapat memicu migrain, terutama jika terjadi secara terus-menerus. Oleh karena itu, menjaga waktu tidur yang konsisten sangat penting.

4. Faktor Makanan

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu migrain pada sebagian orang. Misalnya cokelat yang mengandung kafein dan senyawa tertentu, keju yang mengandung tiramin, serta makanan tinggi MSG yang dapat merangsang saraf.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat memicu atau memperparah migrain. Setiap individu bisa memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga penting untuk mengenali makanan pemicu masing-masing.

5. Cahaya dan Suara Berlebihan

Paparan cahaya terang, seperti sinar matahari langsung atau layar gadget, dapat memperparah kondisi migrain, terutama bagi penderita yang sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Begitu juga dengan suara bising yang dapat meningkatkan tekanan pada sistem saraf. Lingkungan yang terlalu terang atau berisik sering kali membuat migrain semakin parah dan sulit dikendalikan.

6. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi, yang berdampak pada menurunnya volume darah dan aliran oksigen ke otak. Hal ini dapat memicu sakit kepala, termasuk migrain.

Dehidrasi sering terjadi tanpa disadari, terutama saat aktivitas padat atau cuaca panas, sehingga penting untuk rutin minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.



Simak Video "Video: Sakit Kepala saat Mens Bisa Disembuhkan, Begini Caranya"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork